MotoGP
Dari YouTube Ducati Terekam Tabiat Langka Marc Marquez di MotoGP 2026
YouTube Ducati secara tak langsung menonjolkan tabiat langka Marc Marquez yang bernada positif di tengah keterpurukannya di MotoGP 2026.
Ringkasan Berita:
- Mantan pembalap Ducati Neil Hodgson menangkap tabiat langka dari Marc Marquez setelah menonton klib YouTube dari pabrikan Ducati
- Neil Hodgson yang juga juara dunia WSBK 2003 belum pernah melihat seorang pembalap seperti Marc Marquez yang menyalahkan dirinya ketimbang pengembangan motor
- Neil Hodgson sebut Ducati harus melek bahwa pengembangan motor mereka satu langkah tertinggal dari Aprilia
TRIBUNNEWS.COM - Performa Marc Marquez yang menukik drastis di tiga seri pembuka MotoGP 2026 terus dikuliti. Namun lain cerita dengan mantan pembalap Ducati asal Inggris, Neil Hodgson.
Pria yang juga menjadi juara dunia WSBK 2003 ini mengkap sisi lain berupa tabiat langka dari seorang Marc Marquez.
Menurut sudut pandang Neil Hodgson, dalam kariernya sebagai pembalap entah itu WSBK ataupun MotoGP, sangat langka dirinya menemukan sikap seperti Marc Marquez.
Marc Marquez dalam penilaian Neil Hodgson memiliki perilaku yang tergolong langka, karena lebih memilih menyalahkan diri sendiri ketimbang mengkritik Ducati dan motornya.
Neil Hodgson menangkap tabiat langka itu setelah hasil minor Marc Marquez pada balapan di Circuit of The Americas (COTA), Austin, Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
Marc Marquez memang belum memenangkan balapan utama dari tiga seri yang digelar, meliputi Grand Prix Thailand, Brasil, dan Amerika Serikat.
Satu kemenangan MM93 diraihnya untuk sesi Sprint Race di Sirkuit Ayrton Senna, Brasil. Selebihnya, Marquez kesulitan memaksimalkan Desmosedici GP26.
Faktor cedera menjadi penghalang utama MM93 tak langsung menggigit dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Neil Hodgson kemudian menangkap sesuatu yang beda dari Marquez ketika ada klip video yang diunggah via YouTube resmi Ducati.
"Saya tidak tahu apakah kalian menonton saluran YouTube Ducati,” buka Hodgson dalam analisisnya di Podcast Gas it Out yang tayang Jumat ( 17/4).
“Tahukah kalian apa yang menurut saya sangat menarik? Jelas, itu telah diedit oleh Ducati, jadi mereka akan memasukkannya, tetapi itu benar-benar menonjol bagi saya, karena jarang sekali Anda mendengar hal seperti ini."
"Anda adalah Marc Marquez, Anda datang, Anda menjalani sesi evaluasi dan yang dia lakukan hanyalah menyalahkan dirinya sendiri setiap saat. Dia berkata, 'Bukan motornya yang salah'."
Baca juga: MotoGP Spanyol 2026 Akhir Pekan Ini: Bezzecchi dan Bagnaia Kompak Latihan di Markas VR46 Akademi
Bagi Hodgson, tidak sembarang pembalap bisa melakukan seperti Marc Marquez.
Ketika tengah mengalami keterpurukan, mayoritas pembalap akan menyalahkan segi pengembangan motor, atau motor itu sendiri.
Namun Marquez berbeda karena memilih mengkritik dirinya sendiri.
Bukti Motor Ducati Bermasalah
Neil Hodgson juga mewajarkan jika Marc Marquez kemudian menimpakan kesalahan kepada dirinya sendiri. Alasan kuatnya adalah cedera yang diibaratkan sebagai belenggu bagi The Baby Alien.
"Saya sudah berada di begitu banyak garasi. Saya tahu apa yang biasa saya katakan sebagai mantan pembalap, saya telah mendengarkan rekan satu tim saya selama bertahun-tahun dan saya telah mendengarkan banyak pembalap sejak saya pensiun, dan sangat jarang Anda mendengar hal seperti itu," tegas Hodgson menilai sosok Marc Marquez.
Bagi pria asal Inggris ini, Marc Marquez berada di level yang berbeda.
Tidak seperti pembalap kebanyakan yang terus mengeluhkan motor, Marquez berdalih bahwa masalah utamanya terletak kepada dirinya yang cedera.
Tetapi Neil Hodgson tidak menempatkan cedera Marquez jadi satu-satunya faktor.
Dia malah secara tegas menyebut adalah yang tidak berjalan dalam proses pengembangan Desmosedici Ducati. Bahkan harus diakui kalah dari 'adiknya' sesama pabrikan Italia, Aprilia.
Tolok ukurnya jelas adik Marc Marquez, Alex Marquez.
Pembalap Gresini Racing tersebut mampu bersaing di perebutan juara tahun lalu. Tetapi kini, dia kesulitan untuk memaksimalkan potensi motornya.
Selain itu, pembalap VR46, Fabio Di Giannantonio dengan spek motor pabrikan, juga mengalami masalah serupa. Pun sama halnya dengan rekan setim Marc Marquez di pabrikan Ducati, Pecco Bagnaia.
Ini menunjukkan bahwa Ducati harus melek kondisi bahwa mereka kalah satu langkah dalam hal pengembangan motor dari Aprilia.
(Tribunnews.com/Giri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Marc-Marquez-mengangkat-tangan-penuh-kemenangan-usai-gelar-juara-dunia-MotoGP-2025.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.