Rabu, 22 April 2026

BWF World Tour

Tim Indonesia Tuntaskan Mini Simulasi TC di Horsens, Siap Tempur di Piala Thomas & Uber 2026

Simulasi tersebut dibagi ke dalam dua grup dan menjadi evaluasi terakhir kondisi para pemain jelang berlaga di Piala Thomas dan Uber 2026.

Tribunnews.com/Dok: PBSI
TRAINING CENTER - Persiapan latihan tim bulutangkis Indonesia menuju Piala Thomas & Uber 2026 resmi ditutup dengan mini simulasi pertandingan dalam training center (TC) di Horsens Badminton Club, Selasa (21/4/2026). dok: PBSI 


 
 
Abdul Majid/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemusatan latihan tim bulutangkis Indonesia menuju Piala Thomas & Uber 2026 di Horsens Badminton Club resmi ditutup pada Selasa (21/4/2026).

Penutupan dilakukan dengan menggelar simulasi kecil, baik untuk tim Thomas maupun tim Uber, sebagai bagian dari persiapan akhir sebelum memasuki pertandingan.

Baca juga: Pola Unik Daftar Juara Uber Cup: Sinyal Medali Indonesia dan Gelar untuk Korea Selatan

Pelatih tunggal putra, Indra Widjaja, mengungkapkan bahwa simulasi tersebut dibagi ke dalam dua grup dan menjadi evaluasi terakhir kondisi para pemain.

“Latihan terakhir di hari ini, kami mengadakan simulasi dibagi dalam dua grup. Saya melihat dari keempat tunggal putra, mainnya sudah bagus. Kondisinya sudah baik,” kata Indra Widjaja.

Ia juga menyoroti kekompakan tim Thomas yang dinilai menunjukkan perkembangan positif dari segi semangat dan kebersamaan.

“Kebersamaan tim Thomas, saya lihat dari vibrasinya, semangatnya, anak-anak luar biasa. Dan saya harap energi positif ini terus bisa mereka bawa dan mereka pertahankan sampai hasil yang maksimal,” terang Indra.

Selanjutnya, Fajar Alfian CS akan mulai menjajal arena pertandingan di Forum Horsens pada 22 dan 23 April sebagai bagian dari proses adaptasi sebelum turnamen dimulai.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa waktu latihan di arena pertandingan sangat terbatas sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal.

“Kalau di arena ini tentunya kan juga kita tahu waktu itu tidak banyak yang diberikan dan yang bisa kita dapatkan. Tapi tentunya kami harus maksimalkan untuk adaptasi lapangan, angin, lampu dan sebagainya,” ujar Eng Hian.

Eng Hian menambahkan bahwa program latihan secara spesifik sebenarnya sudah diberikan kepada para atlet, baik saat sesi latihan di Horsens maupun sebelumnya di Jakarta. Oleh karena itu, fokus saat ini adalah adaptasi terhadap kondisi lapangan.

“Program spesifiknya tentunya sudah didapat, sudah diberikan pada saat sesi latihan di sini maupun di Jakarta. Jadi hanya murni adaptasi untuk kondisi lapangan saja,” terangnya.

Di sisi lain, Eng Hian bersyukur karena program pemusatan latihan berjalan sesuai dengan rencana dan target yang telah ditetapkan. Ia menilai kondisi atlet, suasana tim, serta kebersamaan menunjukkan perkembangan yang positif.

“Puji syukur program training camp ini kondisi anak-anak cukup bagus. Suasana juga semakin baik. Apa yang kami harapkan, selain dari program latihan dan adaptasi cuaca, tentunya adalah untuk membangun kebersamaan tim. Dari hari ke hari, kami juga ada program di luar hanya program latihan,” ungkap Eng Hian.

Ia juga menjelaskan bahwa berbagai kegiatan tambahan, termasuk program team bonding yang disiapkan oleh tim pendukung, turut membantu meningkatkan kekompakan dan motivasi para atlet.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved