Selasa, 28 April 2026

MotoGP

MotoGP Spanyol 2026 - Marco Bezzecchi Sekadar Hebat, Bukan Super seperti Marc Marquez

Mantan teknisi tim MotoGP, Peter Bom, menganggap Marco Bezzecchi tak memiliki talenta super seperti halnya Marc Marquez dan Valentino Rossi

Tayang:
MotoGP
MARQUEZ VS BEZZECCHI - Persaingan Marc Marquez #93 dengan Marco Bezzecchi #72 dalam perhelatan sprint race MotoGP Jerman 2025 di Sirkuit Sachsenring, pada 12 Juli 2025. (Foto Arsip Juli 2025). Marco Bezzecchi dianggap bukan pemilik talenta super sperti halnya Marc Marquez. (Foto: MotoGP) 
Ringkasan Berita:
  • Mantan teknisi tim MotoGP, Peter Bom mengakui Marco Bezzecchi sebagai pembalap hebat, tetapi bukan golongan pemilik talenta super seperti halnya Marc Marquez
  • Penulis buku Marc The Magnificent, Mat Oxley, mengklaim Marco Bezzecchi sebagai pembalap terkuat yang menjadi musuh Marc Marquez era setelah cedera
  • Marco Bezzecchi sementara menjadi pemuncak klasemen MotoGP 2026

 

TRIBUNNEWS.COM - Setelah memberikan julukan Sunday Boy kepada Marco Bezzecchi, Peter Bom, memberikan pernyataan yang terbilang menohok seputar pembalap Aprilia itu di MotoGP 2026.

Peter Bom mengklaim Marco Bezzecchi sebatas pembalap hebat, namun tidak pernah menyentuh kategori "talenta super" seperti halnya Marc Marquez, Valentino Rossi, maupun Casey Stoner.

Sebagai informasi, Bom merupakan sosok yang sangat kuat sisi keteknisannya.

Peter Bom yang tinggal di Assen, Belanda, dan hanya beberapa kilometer dari Sirkuit TT, pernah menjadi Crew Chief untuk Stefan Bradl, Cal Crutchlow, Chris Vermeulen dan Neil Hodgson. Sebelum akhirnya raihan terhebat Bom adalah menjadi Crew Chief dari Danny Kent di Leopard Racing saat menjadi juara dunia di tahun 2015.

Balapan MotoGP 2024 Barcelona di Spanyol akan menjadi kesempatan balapan terakhir bagi Marco Bezzecchi bersama tim Pertamina Enduro VR46.
Balapan MotoGP 2024 Barcelona di Spanyol akan menjadi kesempatan balapan terakhir bagi Marco Bezzecchi bersama tim Pertamina Enduro VR46. (dok. Flickr/Enduro VR46)

Sehingga, balapan MotoGP merupakan sesuatu yang lumrah dalam kehidupannya. Di sisi lain, Peter Bom juga mengenal benar bagaimana kualitas seorang pembalap.

Terbaru, dalam acara podcast "Oxley Bom", dia menyoroti performa rider asal Italia, Marco Bezzecchi.

Bezzecchi tampil dominan pada awal musim dengan menyapu bersih tiga kemenangan grand prix pada 2026. Ia juga belum terkalahkan pada balapan hari Minggu sejak GP Portugal musim lalu, dengan total memimpin 121 lap.

Meski demikian, keunggulannya di klasemen masih tipis, hanya terpaut empat poin dari Martin jelang MotoGP Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez akhir pekan ini.

Performa impresif Bez, sapaan Bezzecchi sudah tercium sejak MotoGP 2025.

Dia juga membantu Aprilia mengukir sejarah untuk kali pertama ada pembalap pabrikan Noale yang finis di tiga besar pada akhir musim balapan MotoGP.

"Saya tidak pernah menganggapnya, dan saya masih tidak menganggapnya, sebagai talenta super," nilai Peter Bom dalam podcast-nya.

Meski demikian, Peter Bom secara terbuka mengakui bahwa mantan pembalap Mooney VR46 Racing Team itu memiliki kualitas untuk memaksimalkan motor RC-16 milik Aprilia.

"Dia (Bezzecchi-red) adalah contoh yang sangat baik dari seseorang yang berkembang jauh lebih pesat daripada yang Anda bayangkan karena dia berada di momen yang tepat dengan produsen yang tepat.

Baca juga: MotoGP Spanyol 2026: Memori Indah Jagoan VR46 Ducati di Jerez, Modal Perbaiki Motor GP26

Lebih Kuat dari Quartararo, Bagnaia, hingga Mir

Sejak Marc Marquez tak lagi sama akibat cedera highside di Spanyol tahun 2020, kejuaraan dunia MotoGP menghasilkan beberapa pemegang titel terbaik.

Sebut saja Joan Mir (2020), Fabio Quartararo (2021), Pecco Bagnaia (2022, 2023), dan Jorge Martin (2024), merupakan pembalap yang menjadi juara dunia setelah Marc Marquez mengalami cedera.

Dalam penilaian Mat Oxley, selaku penulis buku "Marc The Magnificent", Marco Bezzecchi menjadi penantang paling kuat di era Marc Marquez pasca-cedera.

"Kita pernah memiliki Fabio Quartararo yang memenangkan kejuaraan, kita pernah memiliki Pecco Bagnaia yang memenangkan dua kejuaraan, kita pernah memiliki Jorge Martin yang memenangkan kejuaraan, tetapi tidak satu pun dari mereka yang melakukan apa yang dilakukan Marco Bezzecchi tahun ini," timpal Mat Oxley dalam podcast yang sama.

Menariknya, sampai mana Bezzecchi bisa menjaga konsistensi performa di atas lintasan balap.

Faktanya, Marc Marquez kini masih dibalut cedera. Kondisinya belum 100 persen fit, ditambah masalah pengembangan Desmosedici Ducati, jadi penyebab MM93 masih nir kemenangan balapan utama di MotoGP 2026.

Akan menjadi suguhan menarik jika Bezzeecchi diladeni oleh Marc Marquez yang fit.

Harapannya, MM93 bisa memberikan perlawanan terhadap murid Valentino Rossi itu pada MotoGP Spanyol 2026, Jumat (24/4) hingga Minggu (26/4).

(Tribunnews.com/Giri)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved