Thomas dan Uber Cup
Siasat Ginting di Thomas Cup 2026: Prioritaskan Mentalitas dan Jalani Peran Baru
Sebagai senior, Ginting lebih prioritaskan persiapan mental serta bahu membahu dengan Jojo dan Fajar untuk mengingatkan pemain muda.
Ia menambahkan bahwa musuh terbesar di partai penentu bukanlah lawan, melainkan pikiran sendiri.
"Persiapannya adalah mencoba untuk tenang, dan tidak terlalu memikirkannya. Karena jika kita berpikir terlalu banyak, akan muncul rasa khawatir. Alih-alih berpikir berlebihan, respons kita harus muncul secara otomatis."
Menjaga "Api" Para Junior
Selain tugas di lapangan, Ginting bersama Jonatan Christie dan Fajar Alfian kini memikul tanggung jawab sebagai mentor.
Skuad Indonesia tahun ini merupakan perpaduan unik antara pemain kawakan dan tenaga muda seperti Alwi Farhan, Ubaidillah, hingga Nikolaus Joaquin.
Menurut Ginting, antusiasme pemain muda adalah senjata yang hebat, namun jika tidak dikontrol, justru bisa menjadi bumerang.
Tugas para senior adalah menjadi peredam agar semangat tersebut tidak berubah menjadi beban emosional yang meluap.
"Ada Jonatan, Fajar, dan saya. Setiap hari kami mengingatkan para pemain muda untuk mengontrol emosi, ekspektasi, dan semangat mereka."
"Pemain muda cenderung menjaga api semangat tetap berkobar, tapi kita perlu keseimbangan. Kami perlu menenangkan mereka. Mereka tidak boleh terlalu bersemangat hingga kehilangan kontrol," tutup Ginting.
(Tribunnews.com/Niken)