Sabtu, 2 Mei 2026

Thomas dan Uber Cup

Prediksi Line-up Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea: Strategi Pasangan Gado-gado Dinanti

Siasat diturunkannya pasangan gado-gado Indonesia dinanti demi meredam kedigdayaan Korea Selatan di Semifinal Uber Cup 2026.

Tayang:

Fokus tim pelatih kini beralih pada sektor tunggal kedua dan ketiga untuk mencuri poin.

Baca juga: An Se-young Kembali, Semifinal Uber Cup 2026 Jadi Ujian berat Srikandi Indonesia

Thalita Wiryawan dinilai jauh lebih layak untuk diturunkan sebagai tunggal kedua dibandingkan Kadek Dhinda.

Pilihan ini didasari pada performa Kadek Dhinda yang cenderung menurun dalam dua laga terakhir.

Untuk posisi tunggal ketiga, nama Ester Nurumi menjadi harga mati. Ester terus membuktikan dirinya sebagai pemain spesialis beregu dengan mentalitas yang sangat solid.

Opsi Pasangan Gado-gado

Kekuatan utama Korea Selatan yang harus diwaspadai selain An Se-young adalah kedalaman skuad ganda putri mereka.

Mengingat sulitnya mencuri poin dari partai pertama, jajaran pelatih PBSI dituntut untuk meracik strategi luar biasa di sektor ganda.

Salah satu opsi yang paling masuk akal untuk meredam dominasi lawan adalah dengan menurunkan duet gado-gado atau pasangan kombinasi baru.

Strategi ini sebenarnya sudah diterapkan lebih dulu oleh Korea saat melumat Taiwan di perempat final.

Tim pelatih Korea secara berani memisahkan pasangan tetap mereka demi memecah konsentrasi lawan.

lihat fotoKEMBALI UNGGUL - Pebulutangkis ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari berhasil membawa Indonesia kembali unggul 2-1 atas Denmark pada babak perempat final Uber Cup 2026, di Forum Horsens, Denmark, Kamis (30/4/2026). Pasangan yang akrab disapa Ana/Trias itu mengalahkan Amalie Cecilie Kudsk/Mette Werge dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-11. dok: PBSI
KEMBALI UNGGUL - Pebulutangkis ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari berhasil membawa Indonesia kembali unggul 2-1 atas Denmark pada babak perempat final Uber Cup 2026, di Forum Horsens, Denmark, Kamis (30/4/2026). dok: PBSI

Sebagai contoh, Lee So-hee yang merupakan pemain veteran biasanya berpasangan dengan Baek Ha-na, namun justru diturunkan bersama pemain muda Lee Yeon-woo.

Kombinasi senior-junior ini terbukti ampuh dalam mendulang poin.

Di sisi lain, Korea Selatan harus kehilangan Kong Hee-yong yang terpaksa naik meja operasi akibat cedera.

Absennya Kong membuat Korea melakukan rotasi, seperti memasangkan Jeong Na-eun dengan Kim Hye-jeong.

Situasi krisis di kubu lawan ini sebenarnya bisa menjadi celah yang dimanfaatkan Indonesia.

Misi Mustahil atau Keajaiban Berulang?

Indonesia wajib merespons taktik fleksibel Korea dengan keberanian serupa.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved