Minggu, 3 Mei 2026

Thomas dan Uber Cup

Fakta Prancis ke Final Thomas Cup 2026: 3 Jawara Dipulangkan Popov dan Kolega

Gebrakan Prancis di Thomas Cup 2026 yang lolos hingga final tak lepas dari torehan memulangkan tiga kontingen yang pernah juara.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Prancis mencetak sejarah baru sebagai kekuatan bulu tangkis Eropa setelah berhasil menembus final Thomas Cup 2026
  • Perjalanan menuju final diraih secara mengesankan dengan menumbangkan tiga juara, Indonesia, Jepang, dan India
  • Kesuksesan tim Ayam Jantan bertumpu pada strategi jitu yang mengandalkan dominasi tiga pemain tunggal

TRIBUNNEWS.COM - Selama berdekade-dekade Benua Biru selalu mengandalkan kedigdayaan Denmark khususnya di turnamen major seperti Thomas Cup.

Tahun 2026 ini, Prancis dengan determinasi tinggi sukses membuktikan sebagai jagoan baru Eropa.

Keberhasilan Christo Popov dan kolega menembus partai final Thomas Cup 2026 di Horsens, Denmark, perjalanan tim 'Ayam Jantan' ini menarik diapresiasi.

Momentum manis ini sebenarnya bukan merupakan sebuah kebetulan. Keberhasilan mereka menjuarai Kejuaraan Beregu Eropa awal tahun 2026 menjadi pelecut utama bagi skuad Federasi Bulu Tangkis Prancis (FFBaD).

Dipimpin oleh duet maut Popov Bersaudara, raihan final Thomas Cup 2026 menjadi bukti valid bahwa Prancis bukan lagi tim semenjana.

lihat fotoDUO POPOV - Christo Popov dan Toma Junior Popov asal Prancis saat ambil bagian dalam gelaran All England 2026 yang dihelat di Birmingham, pada tanggal 3-8 Maret 2026. (Foto: BWF)
DUO POPOV - Christo Popov dan Toma Junior Popov asal Prancis saat ambil bagian dalam gelaran All England 2026 yang dihelat di Birmingham, pada tanggal 3-8 Maret 2026. (Foto: BWF)

Menumbangkan 3 Juara Thomas Cup

Perjalanan Prancis menuju partai final bak sebuah dongeng yang indah.

Bergabung di Grup D yang dianggap sebagai "grup neraka" bersama Indonesia, Thailand, dan Aljazair, Christo Popov dan kolega harus melewati ujian berat.

Pada awalnya, langkah mereka sempat diragukan setelah kesulitan berbicara banyak saat berhadapan dengan Thailand.

Skenario mustahil pun mulai membayangi peluang mereka untuk melaju ke babak perempat final.

Namun, titik balik terjadi saat mereka bertemu dengan Indonesia di laga penentuan fase grup.

Baca juga: Semifinal Thomas Cup 2026 Diwarnai Nasib Kembar Taiwan dan Malaysia dengan Indonesia

Tim Merah Putih, yang secara historis merupakan pengoleksi 14 gelar Thomas Cup, sebenarnya hanya membutuhkan dua kemenangan.

Namun, di luar dugaan, skuad Prancis justru tampil epic dan membantai Fajar Alfian cs dengan skor telak 4-1.

Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiket lolos, melainkan suntikan motivasi yang mengubah mentalitas pemain Prancis.

Rasa lapar akan kemenangan itu terus terbawa ke babak perempat final saat mereka bersua dengan Jepang.

Tim Matahari Terbit, juara edisi 2014 dibuat tidak berdaya. Prancis menyapu bersih kemenangan tiga partai langsung.

Sejarah baru pun tercipta. Prancis berhasil mengamankan medali Thomas Cup untuk kali pertama sepanjang sejarah partisipasi mereka.

Belum puas hanya dengan medali perunggu, keganasan Prancis kembali memakan korban di babak semifinal.

Kali ini giliran India, sang juara bertahan edisi 2022, yang menjadi korban ketajaman Prnacis.

Sama halnya dengan Jepang, India dipaksa tunduk dengan skor 3-0.

Keberhasilan memulangkan tiga jawara Thomas Cup mulai Indonesia, Jepang, dan India.

lihat fotoMOHON MAAF - Kapten Tim Thomas Indonesia, Fajar Alfian, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia setelah langkah tim Thomas Indonesia terhenti pada fase grup Thomas & Uber Cup Finals 2026 di Horsens, Denmark. dok: PBSI
MOHON MAAF - Kapten Tim Thomas Indonesia, Fajar Alfian, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia setelah langkah tim Thomas Indonesia terhenti pada fase grup Thomas & Uber Cup Finals 2026 di Horsens, Denmark. dok: PBSI

Strategi Trisula Maut

Keberhasilan spektakuler Prancis tak lepas dari racikan strategi unik yang diterapkan oleh jajaran pelatih.

Mengingat sektor ganda mereka yang dinilai belum setara dengan pasangan elit dunia, Prancis mengandalkan strategi "Trisula Maut".

Tiga tunggal andalan mereka, yakni Christo Popov, Alex Lanier, dan Toma Junior Popov, selalu dipasang di tiga laga awal.

Strategi ini bertujuan untuk mengunci kemenangan 3-0 secepat mungkin guna menghindari duel di nomor ganda yang menjadi titik lemah mereka.

Uniknya, alasan lain di balik formasi tiga tunggal di depan ini adalah karena Popov Bersaudara juga diproyeksikan untuk bermain rangkap di nomor ganda pada partai kelima.

Siasat menempatkan beban berat di pundak Christo, Lanier, dan Toma terbukti sangat moncer.

Ketiganya sukses menjalankan tugas dengan nyaris sempurna menggendong tim menuju podium tertinggi.

Kini, ujian pamungkas telah menanti di depan mata. Tembok besar bernama China akan menjadi rintangan terakhir dalam perebutan trofi.

Statistik Prancis di Thomas Cup 2026

- (Fase Grup) Prancis vs Thailand, 1-4

- (Fase Grup) Prancis vs Aljazair, 5-0

- (Fase Grup) Indonesia vs Prancis, 1-4

- (Perempat Final) Prancis vs Jepang, 3-0

- (Semifinal) Prancis vs India, 3-0

- (Final) Prancis vs China, ???

(Tribunnews.com/Niken)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved