Thomas dan Uber Cup
Fakta Hasil Final Uber Cup 2026: Misi Korea Bersanding dengan Indonesia Lewat Kalahkan China
Sorotan menarik final Uber Cup 2026 menyuguhkan fakta soal China dan Korea Selatan membawa pertaruhan sejarah bagi Indonesia.
Sayangnya, upaya Indonesia untuk mencetak hattrick atau tiga kemenangan beruntun pada tahun 1998 digagalkan oleh China yang berhasil melakukan revans sempurna.
Dahaga Gelar yang Berkepanjangan
Sejak kegagalan di tahun 1998 tersebut, Indonesia seolah kesulitan untuk kembali menemukan jalan menuju podium tertinggi.
Puasa gelar yang panjang sempat memunculkan harapan saat Indonesia berhasil menembus final pada tahun 2008. Namun, tembok besar China kembali menjadi penghalang utama.
Peluang emas kembali hadir pada edisi 2024 lalu, tim putri Indonesia kembali ke partai final setelah penantian 16 tahun.
Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak, dan pasukan Srikandi Merah-Putih kembali harus mengakui keunggulan lawan, membuat kerinduan akan memori indah kemenangan tahun 1996 tetap belum terobati.
Dominasi China yang Belum Tergoyahkan
Jika Korea Selatan baru mengejar gelar ketiga, China justru berada di level yang berbeda.
Saat ini, China tengah membidik gelar ke-17 mereka, sebuah angka yang menegaskan dominasi mutlak mereka di kancah bulu tangkis putri dunia.
Di bawah China, terdapat Jepang yang mengoleksi 6 gelar juara.
Korea Selatan sendiri sejauh ini baru mengantongi dua gelar, yakni pada tahun 2010 dan 2022.
Setelah babak belur pada edisi 2024, Korea kini tampil dengan komposisi skuad yang lebih mentereng dan solid.
Kehadiran An Se-young yang kian matang diprediksi akan menjadi motor serangan utama untuk merusak skema permainan China.
Final Uber Cup 2026 di Denmark sore ini akan menjadi pembuktian soal apakah China akan semakin menjauh dengan koleksi gelar ke-17, ataukah Korea yang akan menuliskan sejarah baru.
(Tribunnews.com/Niken)