Selasa, 5 Mei 2026

Thomas dan Uber Cup

Rekap Medali Thomas & Uber Cup 2026: China & Korea Emas, Srikandi Indonesia Konsisten

Rekap medali bukti China gagal ulangi raihan kawin gelar edisi 2024, Prancis ukir sejarah dan konsistensi Srikandi Indonesia.

Tayang: | Diperbarui:
Ringkasan Berita:
  • China gagal mempertahankan status juara umum setelah takhta Uber Cup direbut oleh Korea Selatan
  • Tim Uber Indonesia sukses mengamankan medali secara beruntun meskipun tampil tanpa beberapa pemain pilar utamanya
  • Prancis mencetak sejarah emas bagi bulu tangkis Eropa dengan meraih medali perak Thomas Cup untuk pertama kalinya sepanjang sejarah

TRIBUNNEWS.COM - Thomas & Uber Cup 2026, resmi ditutup pada Senin (4/5/2026). Jika pada edisi 2024 lalu China berhasil berpesta pora dengan mengawinkan gelar juara di rumah sendiri, edisi kali ini menyajikan narasi yang berbeda.

Dominasi total Negeri Tirai Bambu berhasil dipatahkan oleh kebangkitan kekuatan lama dan ledakan kejutan dari kekuatan baru.

Tahun ini, takhta juara terbagi dua. Piala Thomas sukses diamankan oleh China, dan Piala Uber harus rela terbang ke Seoul setelah Korea Selatan tampil digdaya di partai puncak.

Di balik pergeseran kekuasaan tersebut, terselip kisah-kisah heroik tentang sejarah perdana, konsistensi yang terjaga, hingga kembalinya para raksasa ke podium medali.

Srikandi Indonesia Menjaga Konsistensi

Sorotan tertuju pada perjuangan tim Uber Indonesia. Setelah mencetak sejarah dengan menembus final pada edisi 2024 lalu, ekspektasi publik sempat meninggi.

Namun, tantangan tahun ini jauh lebih berat. Skuad Merah-Putih berangkat ke Horsens, Denmark, dalam kondisi pincang.

lihat fotoTHALITA - Ekspresi tunggal putri Indonesia, Thalita Wiryawan, setelah memastikan kemenangan atas Sim Yu-jin dalam babak semifinal Uber Cup 2026 antara Indonesia vs Korea di Forum Horsens, Denmark, pada 2 Mei 2026. (Foto: BWF)
THALITA - Ekspresi tunggal putri Indonesia, Thalita Wiryawan, setelah memastikan kemenangan atas Sim Yu-jin dalam babak semifinal Uber Cup 2026 antara Indonesia vs Korea di Forum Horsens, Denmark, pada 2 Mei 2026. (Foto: BWF)

Indonesia tak diperkuat dua pilar utamanya, Gregoria Mariska karena sakit dan peraih emas Olimpiade Tokyo, Apriyani Rahayu.

Meski tidak diunggulkan untuk mengulang memori final dua tahun lalu, Putri Kusuma Wardani dan kolega menunjukkan determinasi luar biasa.

Memanfaatkan keuntungan posisi seed dan hasil drawing grup yang relatif menguntungkan, Indonesia berhasil melaju ke perempat final dengan status juara grup.

Ujian sesungguhnya hadir di babak delapan besar saat harus menantang tuan rumah, Denmark.

Dengan mental baja, para Srikandi Indonesia sukses membungkam publik tuan rumah untuk mengamankan satu tiket semifinal.

Walaupun langkah mereka akhirnya dihentikan oleh Korea di babak empat besar, capaian ini memastikan Indonesia meraih medali perunggu.

Baca juga: Gebrakan Prancis di Thomas Cup 2026 Diredam China, Shi Yu Qi Cs Tunjukkan Siapa Rajanya

Hasil ini merupakan prestasi back-to-back medali, 2024 perak, 2026 perunggu, membuktikan bahwa konsistensi bulu tangkis putri Indonesia stabil.

Raihan ini sekaligus menjadi pelipur lara atas hancurnya tim Thomas Indonesia yang gagal lolos dari fase grup.

Sensasi Prancis: Dongeng yang Menjadi Nyata

Panggung Thomas Cup 2026 tanpa ragu menjadi milik Prancis. Tim asal Benua Biru ini menciptakan kegemparan luar biasa sejak hari pertama.

Kejutan terbesar mereka awali dengan menumbangkan raksasa Indonesia di fase grup, sebuah hasil yang memicu efek domino hingga memaksa Indonesia pulang lebih awal.

Langkah Christo Popov dkk tidak berhenti di situ. Di perempat final, mereka melibas Jepang untuk memastikan medali Thomas Cup pertama sepanjang sejarah negara tersebut.

Belum puas dengan perunggu, Prancis kembali meledak di semifinal dengan menyingkirkan India.

lihat fotoTHOMAS CUP 2026 - Selebrasi tim Thomas Prancis, setelah Toma Junior Popov mengamankan kemenangan atas Jepang dalam babak perempat final Thomas Cup 2026 pada 1 Mei 2026. (Foto: BWF).
THOMAS CUP 2026 - Selebrasi tim Thomas Prancis, setelah Toma Junior Popov mengamankan kemenangan atas Jepang dalam babak perempat final Thomas Cup 2026 pada 1 Mei 2026. (Foto: BWF).

Meski akhirnya harus puas dengan medali perak setelah takluk dari China di final, pencapaian ini adalah tonggak sejarah baru.

Prancis bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan ancaman nyata bagi dominasi Asia.

Kebangkitan Denmark dan Kembalinya India

Edisi 2026 juga menjadi momentum penebusan dosa bagi Denmark dan India.

Denmark, yang sempat meredup pada 2024, membuktikan bahwa mereka tetap menjadi kiblat bulu tangkis Eropa meski tanpa diperkuat sang megabintang Viktor Axelsen yang pensiun.

Kolektivitas tim Dinamit berhasil membawa mereka kembali ke podium semifinal.

Senada dengan Denmark, India yang sempat terpuruk setelah menjuarai edisi 2022, kini mulai menemukan kembali sentuhannya.

Munculnya talenta muda seperti Ayush Shetty memberikan nafas baru bagi tim Negeri Bollywood tersebut.

Keberhasilan Denmark dan India meraih perunggu menegaskan bahwa persaingan di level elite kini semakin merata dan sulit diprediksi.

Daftar Lengkap Peraih Medali Thomas & Uber Cup 2026

Thomas Cup 2026:

Emas: China

Perak: Prancis

Perunggu: Denmark & India

Uber Cup 2026:

Emas: Korea Selatan

Perak: China

Perunggu: Jepang & Indonesia

(Tribunnews.com/Niken)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved