Thomas dan Uber Cup
Gebrakan Prancis di Thomas Cup 2026 Diredam China, Shi Yu Qi Cs Tunjukkan Siapa Rajanya
Rentetan gebrakan Prancis hingga lolos final Thomas Cup 2026 diredam China saat berebut gelar, Shi Yu Qi cs amankan gelar ke-12.
Ringkasan Berita:
- China resmi mengamankan gelar juara Thomas Cup ke-12 setelah menundukkan Prancis dengan skor akhir 3-1
- Strategi tiga tunggal putra andalan Prancis gagal membuahkan hasil setelah Shi Yu Qi dan Weng Hong Yang memenangi duel-duel krusial
- Kesuksesan China tahun ini membuat mereka hanya terpaut dua gelar dari rekor juara terbanyak Indonesia
TRIBUNNEWS.COM - Kuatnya Tembok Raksasa China masih terlalu kokoh untuk diruntuhkan oleh kejutan Prancis saat bersua di final Thomas Cup 2026.
China resmi naik podium tertinggi setelah menumbangkan Prancis dengan skor meyakinkan 3-1, dalam partai final Thomas Cup 2026 yang berlangsung di Forum Horsens, Denmark, pada Senin (4/5/2026) dini hari WIB,
Kemenangan ini sekaligus memupus ambisi besar skuad Les Bleus yang sempat tampil fenomenal sepanjang turnamen.
Perjalanan Prancis di edisi 2026 ini sejatinya bak dongeng indah.
Christo Popov dan kolega melaju ke final dengan rekam jejak menggulingkan barisan raksasa bulu tangkis dunia.
Mulai dari menyingkirkan Indonesia di fase grup, hingga mendepak Jepang dan India di fase gugur.
Namun, di partai final, tuah magis tersebut tak jadi senjata ampuh saat berhadapan dengan kedalaman skuad China.
Penggawa tunggal mereka yang biasanya menjadi lumbung poin, kali ini gagal membendung agresivitas pasukan Negeri Tirai Bambu.
Shi Yu Qi Tunjukkan Siapa Rajanya
Partai pembuka menyajikan duel kelas berat antara sang raja dunia, Shi Yu Qi, melawan tumpuan utama Prancis, Christo Popov.
Di sinilah mentalitas juara China mulai berbicara. Shi Yu Qi seolah menegaskan siapa penguasa lapangan sesungguhnya.
Baca juga: Fakta Final Thomas Cup 2026: Pola Juara China Beri Sinyal Apik Prancis Ukir Tinta Emas
Meskipun Christo memberikan perlawanan luar biasa dan memaksa laga berjalan hingga 85 menit, Shi Yu Qi tetap tenang di poin-poin kritis.
Duel sengit tiga gim tersebut berakhir dengan skor 21-16, 16-21, 21-17 untuk keunggulan China.
Harapan Prancis sempat kembali menyala di partai kedua ketika Alex Lanier, menciptakan kejutan besar dengan membantai Li Shi Feng.
Lanier tampil tanpa beban dan menang telak 21-13, 21-10. Skor pun berubah menjadi imbang 1-1.
Weng Hong Yang sang Penghancur Momentum
Momentum kebangkitan Prancis yang baru saja disulut oleh Lanier seketika dipadamkan oleh Weng Hong Yang.