Rabu, 13 Mei 2026

MotoGP

Gelar Juara Dunia Marc Marquez Diragukan, Butuh Magis Comeback Baby Alien Musim 2017

Menipisnya peluang Marc Marquez back to back juara dunia MotoGP 2026, magis comebacknya seperti pada edisi 2017 dinanti lagi.

Tayang:
Penulis: Niken Thalia
Editor: Drajat Sugiri

Saat itu, Maverick Vinales memimpin klasemen dengan nyaman. Namun, Marquez merespons dengan epic.

Ia mencetak lima podium berturut-turut, termasuk kemenangan back-to-back di Jerman dan Ceko.

Perlahan tapi pasti, ia menyalip Andrea Dovizioso dan menggeser Vinales yang performanya merosot di paruh kedua musim, hingga akhirnya Marquez mengunci gelar di Valencia.

lihat fotoVINALES VS MARQUEZ - Pembalap KTM, Maverick Vinales asal Spanyol, dan Marc Marquez besutan Ducati asal Spanyol berduel di Sirkuit Lusail, Qatar, dalam gelaran MotoGP Qatar 2025 pada 13 April 2025. (Foto: Instagram @maverick12official)
VINALES VS MARQUEZ - Pembalap KTM, Maverick Vinales asal Spanyol, dan Marc Marquez besutan Ducati asal Spanyol berduel di Sirkuit Lusail, Qatar, dalam gelaran MotoGP Qatar 2025 pada 13 April 2025. (Foto: Instagram @maverick12official)

Jauh sebelum itu, pada musim debutnya di kelas premier, Marquez juga pernah tertinggal 30 poin dari rekan setimnya, Dani Pedrosa, juga setelah melewati enam seri pembuka.

Reaksinya luar biasa, ia memenangi empat dari lima balapan berikutnya. Hasil akhir musim debutnya tersebut kini telah menjadi bagian dari sejarah emas dunia balap motor.

Peran Krusial Sprint Race dan Faktor Teknis

Kembalinya MotoGP ke tanah Eropa diharapkan menjadi titik balik bagi Marquez untuk mulai memangkas margin angka dengan Bezzecchi.

Faktanya, tantangan yang dihadapi kali ini jauh lebih kompleks. Marquez secara terang-terangan mengakui fisiknya belum 100 persen pulih.

Ditambah lagi situasi teknis di kubu Borgo Panigale yang sedang tidak ideal.

Meskipun Ducati tetap menjadi barometer dalam beberapa tahun terakhir, Aprilia kini telah menjelma menjadi penantang yang sangat serius dan stabil.

Satu faktor yang tidak boleh dilupakan adalah kehadiran Sprint Race. Pada era comeback Marquez di 2013 atau 2017, format ini belum ada.

Kini, tersedia 12 poin tambahan setiap akhir pekan yang bisa menjadi pedang bermata dua.

Jika Bezzecchi melakukan kesalahan atau terpeleset, Marquez memiliki peluang lebih besar untuk memangkas jarak dengan cepat berkat poin tambahan ini.

Sebaliknya, jika performa Marquez tidak segera membaik, sang rival dari pabrikan Noale tersebut akan semakin melesat meninggalkan juara dunia bertahan.

Balapan-balapan berikutnya di Eropa akan menjadi penentu: apakah kita akan melihat kebangkitan terbesar dalam sejarah Marquez, ataukah estafet juara akan berpindah tangan?

(Tribunnews.com/Niken)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved