MotoGP
Tangis Marc Marquez Pecah, Luka dari Mandalika Masih Berbekas dan Harus Operasi Lagi
Tangis Marc Marquez pecah ketika menceritakan soal kondisinya kepada petinggi dan kru Ducati dalam gelaran MotoGP Prancis 2026.
"Mereka harus melepas sekrup rusak yang bergeser saat kecelakaan di Indonesia. Mereka melihat sekrup itu bergerak," jelas eks pembalap tersebut.
"Setelah seri Jerez, saya melakukan pemeriksaan karena merasa ada yang salah. Saat saya masuk ke posisi balap (tuck-in), sekrup yang rusak itu menyentuh saraf."
Dampaknya sangat fatal. Saraf yang tertekan tersebut mengontrol tiga jari dan seluruh lengan kanannya.
Hal inilah yang menyebabkan tenaga Marquez tiba-tiba hilang di tengah balapan tanpa peringatan.
Bertarung Limit dan Rencana Operasi
Meski didera cedera saraf yang menyiksa, mentalitas juara Marquez tetap tak tertandingi.
Hanya beberapa jam sebelum kecelakaan hebat di Sprint Race, ia sempat memukau tim dengan memecahkan rekor lap di Le Mans saat sesi Kualifikasi 1 (Q1).
Namun, Marquez menegaskan bahwa kecepatan yang ia tunjukkan hanyalah bayang-bayang dari potensi aslinya.
"Saya tidak punya hal lain untuk dibuktikan. Saya bisa melaju kencang. Hari ini saya sangat cepat di Q1!" kata Marquez sembari memaksakan sebuah senyum di tengah kesedihannya.
"Saya bisa kencang. Masalahnya adalah saya membalap dengan jarak setengah detik dari limit asli saya."
Ia juga menjawab teka-teki mengenai rentetan kecelakaan aneh yang dialaminya musim ini.
"Ada beberapa kecelakaan di mana saya tidak mengerti mengapa itu terjadi. Saya tidak sedang menekan motor, saya tidak berada di batas maksimal."
"Di Jerez, saya memasuki tikungan cepat dan kehilangan kendali depan. Saya tidak bisa memberikan tekanan pada motor," terang kakak Alex Marquez.
Akibat cedera kaki di Le Mans, jadwal operasi bahu Marquez pun dipercepat agar bertepatan dengan pemulihan tulangnya yang patah.
Keputusan ini diambil demi menyelamatkan sisa musimnya yang kian terjal.
Hingga seri Prancis ini, Marquez masih tertahan di posisi kelima klasemen sementara, tertinggal 44 poin dari sang pemuncak klasemen, Marco Bezzecchi.
(Tribunnews.com/Niken)