Pegolf Amatir Indonesia Tantang Atlet Empat Negara di Jakarta
Pegolf amatir Indonesia akan menghadapi atlet empat negara di Jakarta saat regenerasi golf nasional disorot.
Ringkasan Berita:
- Pegolf muda Indonesia bakal menghadapi lawan internasional dalam turnamen amatir di Jakarta.
- Atlet dari Korea Selatan hingga Malaysia siap menguji kemampuan pemain tuan rumah.
- Turnamen dinilai penting di tengah minimnya kompetisi golf level dunia di Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pegolf amatir Indonesia akan menghadapi persaingan lintas negara saat atlet dari Korea Selatan, Singapura, Sri Lanka, dan Malaysia turun dalam ajang Medco-Pondok Indah International Amateur Golf Championship 2026 di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, 14–16 Juli 2026.
Para peserta asing itu akan bersaing dengan pemain tuan rumah dalam turnamen yang menjadi salah satu arena pertandingan level internasional bagi atlet golf nonprofesional Indonesia.
Sebanyak 50 peserta dari kelompok usia 13 hingga 55 tahun diproyeksikan tampil dalam kejuaraan tersebut. Pendaftaran masih dibuka hingga akhir Juni 2026.
Di tengah terbatasnya turnamen amatir lintas negara di Indonesia, kompetisi seperti ini dinilai penting untuk menambah pengalaman bertanding atlet muda nasional menghadapi karakter permainan yang berbeda.
Pada edisi 2025, turnamen serupa diikuti 106 peserta dari 12 negara, termasuk Australia, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Vietnam.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI), Suharsono, sebelumnya menilai turnamen lintas negara penting untuk memperluas pengalaman bertanding pegolf muda Indonesia sebelum masuk level profesional.
“Jam tanding internasional penting untuk membangun kesiapan mental dan kemampuan kompetitif atlet muda,” ujar Suharsono dalam keterangan PB PGI sebelumnya.
Baca juga: Jadwal Malaysia Masters 2026 Hari Kedua: 12 Wakil Indonesia Tampil, Leo/Daniel Kerja Rodi usai Juara
Di sisi lain, Kepala Bidang Kejuaraan dan Prestasi PB PGI, Adi Saksono, menyebut perkembangan golf nasional masih menghadapi tantangan karena kompetisi amatir dan pembinaan atlet lebih banyak terpusat di Pulau Jawa.
Kondisi itu membuat sebagian atlet muda di daerah minim pengalaman menghadapi lawan asing secara rutin.
Penasehat Panitia Penyelenggara, Herry Winarno, mengatakan pertandingan melawan atlet asing menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet sebelum naik ke level profesional.
“Turnamen ini menjadi kesempatan bagi atlet amatir untuk bertanding melawan pemain dari berbagai negara dan menambah pengalaman kompetitif,” kata Herry Winarno dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Peserta juga akan bermain di lapangan dengan tingkat kesulitan yang disiapkan untuk kebutuhan pertandingan.
Pondok Indah Golf Club dalam beberapa tahun terakhir rutin menggelar turnamen kelompok junior dan amatir. Pola tersebut mulai banyak dipakai klub golf untuk memperluas jam tanding atlet muda Indonesia yang selama ini masih terbatas.
Ketua Pondok Indah Golf Club, Michael Tjoajadi, menyebut kesinambungan kompetisi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun regenerasi atlet golf nasional.
“Kami berharap atlet Indonesia memiliki lebih banyak kesempatan bertanding sehingga kemampuan kompetitif mereka terus berkembang,” ujarnya.
Baca juga: Jadwal Tinju Dunia: Oleksandr Usyk dan Rico Verhoeven Rebutan Status Raja Sungai Nil
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pegolf-amatir-Jessica-Addielle-Simatupang-setup-International-Amateur-Golf-Championship.jpg)