BWF World Tour
Fajar Soroti Ketatnya Persaingan Ganda Putra Menuju Olimpiade 2028
Persaingan ganda putra Indonesia makin panas menuju Olimpiade 2028, Fajar soroti comeback Leo/Daniel dan ketatnya perebutan slot.
Ringkasan Berita:
- Fajar/Fikri masuk radar utama PBSI menuju Olimpiade 2028, persaingan makin panas
- Comeback Leo/Daniel langsung juara Thailand Open, bikin peta ganda putra berubah
- Asian Games 2026 hanya sediakan dua slot, tekanan internal makin tak terhindarkan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, menilai persaingan menuju Olimpiade Los Angeles 2028 di sektor ganda putra kini semakin ketat sejak awal pemetaan oleh PBSI.
Fajar/Fikri masuk dalam daftar tiga pasangan yang disiapkan Pelatnas PBSI untuk bersaing menuju Olimpiade 2028, bersama Raymond Indra/Nikolaus Joaquin serta Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Pelatih ganda putra PBSI, Antonius Budi Ariantho, sebelumnya menyebut ketiga pasangan itu sebagai prioritas dalam program race to Olympic.
Fikri mengaku bersyukur atas kepercayaan tersebut.
“Pertama saya bersyukur Koh Anton bilang saya dan Fajar terpilih untuk race Olympic juga,” ujar Fikri di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Ia juga menyoroti performa Leo/Daniel yang kembali meningkat setelah dipasangkan ulang dan langsung meraih gelar juara Thailand Open 2026.
“Permainannya sangat bagus dan bisa juara,” kata Fikri.
Baca juga: Update Hasil Malaysia Masters 2026: Ginting Lolos 16 Besar usai Permalukan Wakil Tuan Rumah
Meski berada dalam jalur persaingan yang sama, Fikri menegaskan kompetisi di internal ganda putra Indonesia tetap berjalan sehat.
Ia menilai seluruh pasangan memiliki tujuan yang sama, yaitu membawa sektor ganda putra Indonesia tetap kompetitif di level dunia.
“Kita pengen berjuang sama-sama untuk ganda putra, bukan saling senggol,” ujarnya.
Fajar Alfian menilai persaingan di sektor ganda putra Indonesia semakin ketat dengan kembalinya performa Leo/Daniel.
Menurutnya, hal itu menjadi pemicu motivasi bagi semua pasangan untuk terus berkembang.
“Pasti menambah motivasi pasangan-pasangan lainnya untuk tidak mau kalah,” kata Fajar.
Fajar juga menyoroti bahwa persaingan tidak hanya terjadi di jalur Olimpiade, tetapi juga menuju Asian Games 2026.
Indonesia disebut hanya akan mengirim dua pasangan ganda putra pada ajang tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Fajar-Alfian-Muhammad-Shohibul-Fikri-USAI-latihan-di-Pelatnas-PBSI-Cipayung.jpg)