BWF World Tour
Terpukul di Thomas Cup 2026, Mental Alwi Farhan Diperkuat Indra Widjaja
PBSI evaluasi mental Alwi Farhan usai Thomas Cup 2026. Tekanan besar bikin hasil tak maksimal, fokus dialihkan ke Indonesia Open.
Ringkasan Berita:
- Alwi Farhan tersorot usai Indonesia gagal di Thomas Cup 2026 karena tekanan mental besar
- PBSI akui masalah utama bukan teknik, melainkan pengelolaan tekanan di laga beregu
- Evaluasi langsung dilakukan, Alwi diproyeksikan bangkit di Indonesia Open 2026
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — PBSI melakukan evaluasi mental terhadap tunggal putra muda Indonesia, termasuk Alwi Farhan, usai hasil kurang maksimal di Thomas Cup 2026.
Indonesia tersingkir lebih awal setelah kalah 1-4 dari Prancis pada laga penentuan Grup D, dengan masalah utama disebut berada pada aspek pengelolaan tekanan pertandingan.
Pelatih Kepala Tunggal Putra Utama PBSI, Indra Widjaja, menegaskan bahwa kegagalan tim bukan semata persoalan teknis, melainkan ketidakmampuan pemain mengatasi tekanan di kejuaraan beregu.
“Kita tidak berhasil melewati pressure yang begitu berat. Anak-anak, terutama di tunggal putra, belum bisa mengatasi pressure itu,” ujar Indra di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (21/5/2026).
Baca juga: Profil Alwi Farhan, Ikuti Jejak Taufik Hidayat di Macau Open, Eks Juara Dunia Junior
Alwi Farhan Alami Tekanan Usai Tampil di Semua Laga
Alwi Farhan menjadi salah satu pemain yang paling disorot dalam evaluasi tersebut. Ia turun di seluruh pertandingan fase grup dan memikul beban penting di sektor tunggal putra.
Dari tiga laga, Alwi mencatat satu kemenangan atas wakil Aljazair, Mohamed Abderrahime Belarbi (21-8, 21-7).
Namun ia juga menelan dua kekalahan, yakni dari Panitchaphon Teeraratsakul (Thailand) lewat rubber game 21-14, 17-21, 16-21, serta dari Alex Lanier (Prancis) dengan skor 16-21, 19-21.
Indra menyebut kondisi mental Alwi ikut terdampak setelah hasil tersebut.
“Alwi cukup terpukul dengan kekalahannya dan merasa tanggung jawabnya belum terselesaikan,” kata Indra.
Fokus Pemulihan Mental Jelang Turnamen Besar
PBSI kini memusatkan perhatian pada pemulihan mental Alwi Farhan sebagai bagian dari pembinaan jangka pendek menuju turnamen besar berikutnya.
Pengalaman di Thomas Cup disebut menjadi bahan evaluasi utama dalam proses transisi pemain muda ke level elite.
Baca juga: Raymond–Joaquin Ungkap Momen Tersulit Debut Thomas Cup 2026: Tak Sesuai Ekspektasi, Sulit Move On
Alwi Dialihkan ke Singapore dan Indonesia Open
Sebagai bagian dari penyesuaian program, Alwi tidak diturunkan pada Thailand Open dan Malaysia Masters.
Fokusnya dialihkan untuk persiapan Singapore Open 2026 (26–31 Mei) dan Indonesia Open 2026 (2–7 Juni) di Istora Senayan.
Indonesia Open ditetapkan sebagai target puncak performa bagi tunggal putra muda tersebut.
“Planning-nya untuk Alwi itu Singapore dan Indonesia Open. Harapannya di Indonesia Open jadi peak performance,” ujar Indra.
PBSI menilai pengalaman Thomas Cup 2026 menjadi titik evaluasi penting, terutama dalam hal kesiapan mental pemain muda menghadapi tekanan di kejuaraan beregu.
Pendekatan pembinaan kini diarahkan tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga stabilitas psikologis atlet.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Indra-Widjaja-Pelatih-Kepala-Tunggal-Putra-Utama-PBSI-di-Pelatnas-PBSI-Cipayung.jpg)