Piala Dunia 2026
Antoine Semenyo dan Batu Bata-nya Timnas Ghana di Piala Dunia 2026
Antoine Semenyo akan buktikan julukannya sebagai Batu Bata yang kokoh untuk menggendong timnas Ghana di Piala Dunia 2026.
Ringkasan Berita:
- Cerita julukan Batu Bata Antoine Semenyo
- Antoine Semenyo menjadi andalan utama di lini serang Ghana pada Piala Dunia 2026
- Cederanya Mohammed Kudus membuat Ghana sangat bertumpu kepada Antoine Semenyo pada Piala Dunia 2026
TRIBUNNEWS.COM - Jika ada yang ngomong Thomas Partey masih andalan Ghana di Piala Dunia 2027, itu omong kosong. Sambutlah bintang baru Black Stars, Antoine Semenyo.
Uniknya, winger lincah Manchester City ini juga punya julukan yang sesuai dengan daya tahan fisiknya. "Batu Bata", seperti yang disampaikan Luke Williams, mantan pelatih Antoine Semenyo di Bristol City U23.
Julukan yang disematkan buat si Semenyo, identik dengan penggambaran pemain bertahan alias bek yang tangguh dalam menggalang lini belakang.
Tetapi Luke Williams, dan pemain Bristol City U23, memberikan julukan "Batu Bata" kepada Semenyo karena murni daya tahan fisiknya yang di atas rata-rata penyerang kebanyakan.
"Saya ingat pernah berbicara dengannya setelah latihan dan dia mengatakan bahwa, teman-temannya memanggilnya 'Si Batu Bata", karena dia kokoh dan tak tergoyahkan, dan memang benar begitu kenyataannya," cerita Luke Williams yang saat ini membesut Peterborough.
Cerita soal kokohnya fisik Antoine Semenyo juga disampaikan mantan manajer Bath City, Jerry Gill, yang pernah menangani Antoine Semenyo.
Tepatnya di tahun 2018, Semenyo yang saat itu masih berusia 18 tahun, dipinjamkan ke Bath City. Dan yang bikin kaget, dalam satu hari Semenyo muda berlatih dua kali di klub yang berbeda.
"Dia adalah pribadi yang unik. Tetapi jangan bertanya soal etos dan kerja keras. Dia salah satu yang saya kagumi," kenang Jerry Gill, dikutip dari The Athletic.
"Dia mendapatkan rasa hormat dari staf, para pemain, dan semua orang karena dia berlatih di siang hari di Bristol City, lalu berlatih lagi di malam hari bersama Bath City," sambungnya.
Dalam karier klub, Semenyo memang kenyang berkompetisi di sepak bola Inggris. Selain Bristol dan Bath, Newport Country juga pernah dia perkuat, sebelum akhirnya berlabuh ke Borunemouth dan menjadi andalan Manchester City kini.
Bersama Newport County di bawah asuhan Michael Flynn, akhirnya ditemukan bagaimana taktikal permainan yang tepat untuk memaksimalkan kualitas Semenyo, cepat dalam menyerang dan memiliki hobi melepaskan tembakan.
"Jadi kami sebenarnya harus menciptakan posisi untuk Antoine, karena dia terlalu bagus untuk tidak dimasukkan ke dalam tim," jelas Flynn.
"Satu-satunya hal yang perlu dia tingkatkan saat itu, menurut saya, adalah produktivitasnya: lebih banyak assist dan lebih banyak gol. Dia sudah memilikinya, tetapi akurasi tembakannya hanya sekitar satu dari tiga percobaan, atau dua dari tiga percobaan umpan silangnya. Nah, itu tidak buruk untuk pemain berusia 19 tahun, tetapi untuk mencapai potensi maksimalnya, dia harus meningkatkan angka-angka tersebut," sambungnya.
Baca juga: Kisah Dongeng Antoine Semenyo, dari Pemain Non-Liga Sampai Jadi Pahlawan Man City di Piala FA
Sebelum resmi berlabuh ke Bournemouth musim 2023, Chelsea sempat ingin membelinya, namun ditolak Bristol City sebagai klub induk karena harga yang tak sesuai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Selebrasi-Antoine-Semenyo-kanan-setelah-mencetak-gol-pada-final-Piala-FA.jpg)