MotoGP
MotoGP Italia 2026 - Cedera tapi Balapan, Bos Aprilia Kasihan Lihat Marc Marquez yang Sekarang
Bos Aprilia, Massimo Rivola, kasihan melihat kondisi Marc Marquez yang seakan dipaksakan balapan di MotoGP Italia 2026.
Ringkasan Berita:
- Bos Aprilia Racing Team, Massimo Rivola merasa kasihan kepada Marc Marquez yang terus dipaksakan balapan meski belum fit 100 persen
- Massimo Rivola mendoakan agar Marc Marquez bisa sepenuhnya pulih
- Marc Marquez akan ikut balapan pada MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello akhir pekan ini
TRIBUNNEWS.COM - Bos Aprilia Racing Team, Massimo Rivola, tidak tega melihat kondisi Marc Marquez saat ini yang seakan dipaksakan balapan.
Terlebih, Marc Marquez masih menjadi pembalap dan memiliki motor terbaik di grid saat ini, menjadikannya sebagai sosok nomor satu di lintasan untuk dikalahkan.
Kini, dengan kabar Marc Marquez akan kembali mengaspal pada MotoGP Italia 2026, Massimo Rivola kembali mendengungkan pembalap Ducati itu sebagai lawan terberat rider Aprilia untuk perebutan gelar juara dunia.
Tepatnya, Selasa (26/5), Ducati melalui media sosial resminya mengumumkan, bahwa Marc Marquez ikut balapan MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello akhir pekan ini.
Hanya saja catatannya, Marc Marquez boleh balapan asal mendapatkan izin dari tim medis, mengingat dia dalam tahap recovery setelah melakukan operasi lengan dan kaki akibat crash highside di Sirkuit Le Mans beberapa waktu lalu.
Marc Marquez diharapkan bisa mengakhiri krisis pabrikan Ducati yang sepanjang MotoGP 2026 belum meraih kemenangan.
Meski begitu, Massimo Rivola merasa kasihan dengan empunya nomor #93.
Dalam kondisi fisik yang tak fit 100 persen, Marc Marquez harus memaksakan dirinya untuk balapan. Bahkan menjadi sasaran pertama yang akan dikalahkan pembalap di lintasan.
"Pertama, saya jelas kasihan dan prihatin dengan kondisi Marc," buka Massimo Rivola dalam wawancaranya dengan Mundo Deportivo.
"Saya mendoakan yang terbaik untuknya dan bisa lekas pulih."
Massimo Rivola pun merasa tak puas, jika Aprilia melalui Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, memimpin kejuaraan dunia MotoGP 2026 tanpa mendapatkan perlawanan dari pembalap terbaik.
"Saya selalu mengatakan bahwa bagi kami sungguh luar biasa bisa menghadapi pembalap terkuat dalam beberapa tahun terakhir dengan motor terkuat dalam beberapa tahun terakhir, karena itu merupakan motivasi nyata bagi kami," sambung pria asal Italia.
Bagaimanapun, Marc Marquez tetap menjadi andalan Ducati.
Data bahwa dia belum meraih kemenangan pada balapan utama, tidak menunjukkan kualitasnya menurun. Bahkan pada sprint race musim ini, MM93 sudah meraih sepasang kemenangan pada Grand Prix Brasil dan Spanyol.
Baca juga: Beredar Daftar Pembalap di MotoGP Italia 2026: Ada Marc Marquez, Berkorban demi Atasi Krisis Ducati?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Marc-Marquez-menangis-di-MotoGP-Prancis-2026.jpg)