BWF World Tour
4 Serba-Serbi Polytron Indonesia Open 2026: Dari Absennya Ginting Hingga Kutukan Istora
Polytron Indonesia Open 2026 menyuguhkan ada 4 serba-serbi menarik dari kabar bahagia hingga kisah pilu delegasi tuan rumah.
Keputusan ini memicu kembali ingatan publik pada janji manis beberapa tahun lalu terkait rencana pemindahan lokasi pertandingan.
Sebelumnya, sempat tersiar kabar bahwa turnamen elite berlevel Super 1000 ini akan dipindahkan ke Indonesia Arena mulai edisi 2024.
Pergantian tempat tersebut dinilai sebagai langkah maju untuk memberikan fasilitas yang lebih modern dan kapasitas yang lebih besar.
Namun, karena kendala teknis serta kurangnya kesiapan sarana dan prasarana penunjang, rencana tersebut gagal terealisasi.
Kegagalan perpindahan ini sangat disayangkan.
Secara kapasitas, Indonesia Arena dinilai sangat layak untuk diperjuangkan demi menyamai standar turnamen Super 1000 lainnya di kancah internasional.
Sebagai perbandingan, turnamen sekelas All England dan Malaysia Open mampu menyediakan kapasitas stadion yang menampung lebih dari 10.000 penonton, bahkan mencapai 15.000 kursi.
Sementara itu, Istora Senayan hanya mampu menampung sekitar 7.000 penonton untuk gelaran Polytron Indonesia Open 2026.
Sangat disayangkan, rencana perpindahan pada 2024 lalu seolah menguap begitu saja.
Hingga edisi 2026 ini bergulir, tidak ada lagi upaya untuk memindahkan turnamen ini ke lokasi yang lebih representatif.
(Tribunnews.com/Niken)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/FajarRian-Gagal-Melaju-ke-Final-Indonesia-Open-2025_20250608_085214.jpg)