Sabtu, 6 Juni 2026

BWF World Tour

Hasil Polytron Indonesia Open 2026: Comeback Gila Raymond/Joaquin, Tiket Semifinal Diamankan

Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin sukses menciptakan comeback untuk meraih tiket semifinal Polytron Indonesia Open 2026.

Tayang:
Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah
DUA JEMPOL - Ganda putra Indonesia, Raymond Indra (kanan) dan Nikolaus Joaquin (kiri), memberikan pose dua jempol kepada awak media usai memenangi laga babak 16 besar Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin sukses menciptakan comeback untuk meraih tiket semifinal Polytron Indonesia Open 2026.(TRIBUNNEWS/Alfarizy) 
Ringkasan Berita:
  • Raymond/Indra bangkit dari kekalahan gim pertama untuk menumbangkan Hoki/Kobayashi lewat rubber game dramatis.
  • Pasangan Indonesia menang 16-21, 24-22, 21-18 dan memastikan langkah ke semifinal Indonesia Open.
  • Peluang all Indonesian semifinal terbuka jika Sabar/Reza mampu memenangkan laga perempat final berikutnya.
TRIBUNNEWS.COM - Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin sukses menciptakan comeback untuk meraih tiket semifinal Polytron Indonesia Open 2026, Jumat (5/6/2026).
Raymond/Joaquin menang secara dramatis saat melawan pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, pada perempat final Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta.
Sempat kalah di gim pertama, ganda putra Indonesia itu bangkit dan menang lewat pertarungan tiga gim dengan skor 16-21, 24-22, dan 21-18.

Di set ketiga, pasangan Merah Putih bahkan sempat tertinggal 12-16, namun kemudian berhasil menyalip dan menuntaskan laga dengan kemenangan.

Hasil ini menjadi capaian apik bagi Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Pasangan ranking 12 dunia ini mampu menyingkirkan pasangan senior ranking 9 dunia dalam pertemuan perdana mereka.

Kemenangan ini juga membuka peluang terciptanya all Indonesian semifinal di sektor ganda putra.

Tiket final bahkan bisa diamankan lebih cepat apabila Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani mampu memenangkan laga perempat final mereka setelah ini.

Jalannya Pertandingan

Memulai gim pertama, pertandingan berjalan ketat sejak awal. Raymond Indra/Nikolaus Joaquin sempat tertinggal 1-3, tetapi mampu mengejar dan menyamakan skor menjadi 3-3.

Setelah itu, duel berlangsung sengit dengan kedua pasangan saling bergantian merebut poin.

Memasuki interval, pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi unggul tipis 11-10.

Seusai jeda, momentum mulai berpihak kepada pasangan ranking sembilan dunia tersebut. Hoki/Kobayashi mencetak tiga poin beruntun untuk membuka jarak menjadi 14-10.

Keunggulan empat poin itu terus mereka jaga hingga memasuki fase krusial. Bahkan, pasangan senior Jepang tersebut sempat memimpin cukup nyaman 18-12.

Raymond/Indra sempat bangkit dan memangkas jarak menjadi 16-19, tetapi kehilangan fokus di poin-poin akhir. Hoki/Kobayashi pun menutup gim pertama dengan kemenangan 21-16.

Pada gim kedua, intensitas pertandingan meningkat. Raymond/Indra tampil lebih agresif dan beberapa kali mampu mendikte permainan.

Raymond/Indra sempat unggul 1-3 dan 3-5, namun pasangan Jepang berhasil menyamakan skor menjadi 5-5.

Setelah itu, Raymond/Indra mulai menemukan ritme permainan. Empat poin beruntun membawa mereka unggul 9-5. Tekanan yang konsisten membuat pasangan ranking 12 dunia tersebut terus menjaga jarak hingga memimpin 12-7.

Namun, Hoki/Kobayashi menunjukkan pengalaman mereka. Beberapa kesalahan sendiri dari Raymond/Indra membuat pasangan Jepang perlahan mendekat.

Dua kesalahan beruntun Nikolaus Joaquin di depan net membuat skor menipis menjadi 15-14.

Memasuki poin-poin kritis, laga berlangsung menegangkan.

Raymond/Indra sempat menjauh 18-15, tetapi Hoki/Kobayashi kembali menunjukkan mental kuat dengan merebut tiga poin beruntun untuk menyamakan kedudukan 18-18.

Drama setting poin pun tak terhindarkan. Kedua pasangan silih berganti memperoleh peluang.

Namun akhirnya Raymond/Indra mampu mengamankan gim kedua 24-22 setelah pengembalian servis Yugo Kobayashi gagal melewati net.

Gim ketiga menjadi puncak drama pertandingan. Raymond/Indra sempat tertinggal di awal sebelum perlahan bangkit dan menyamakan permainan.

Pasangan Jepang sempat di atas angin setelah unggul 2-5. Namun Raymond/Indra bangkit dan berbalik memimpin setelah mendapat lima poin beruntun, menjadi 7-5.

Pasangan Jepang yang bergantian mengejar dan mereka juga sukes berbalik memimpin. Bahkan, memasuki fase akhir Hoki/Kobayashi unggul 12-16.

Namun Raymond/Indra menunjukkan mental kuat dengan merebut sejumlah poin penting secara beruntun.

Tujuh poin didapat pasangan Indonesia dan semakin membuat pasangan Jepang dalam tekanan.

Drama gim ketiga akhirnya diakhiri dengan kemangan Raymond/Indra dengan skor 21-18, setelah melewati 67 menit.

(Tribunnews.com/Tio)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved