BWF World Tour
Jonatan Christie Bernostalgia Tentang Masa Debut di Istora Usai Amankan Tiket Semifinal
Berhasil menembus babak empat besar di publik sendiri membuat Jojo teringat kembali momen-momen awal kariernya di arena legendaris tersebut.
Jonatan Christie Bernostalgia Tentang Masa Debut di Istora Usai Amankan Tiket Semifinal Polytron Indonesia Open 2026
Alfarizy Ajie Fadhilah/Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie, sukses mengamankan tiket semifinal turnamen level Super 1000, Polytron Indonesia Open 2026.
Kepastian itu didapat usai pemain yang akrab disapa Jojo ini menumbangkan wakil Jepang, Yushi Tanaka, lewat pertarungan sengit dua gim langsung, 21-19 dan 24-22, di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2026) malamz
Kemenangan ini membawa emosi tersendiri bagi Jojo.
Berhasil menembus babak empat besar di hadapan publik sendiri membuatnya teringat kembali pada momen-momen awal kariernya di arena legendaris tersebut.
Jojo mengaku atmosfer luar biasa yang ditunjukkan para suporter di Istora kali ini memicu kenangan masa lalu saat dirinya pertama kali menginjakkan kaki di lapangan tersebut sebagai atlet profesional.
"Pertama puji Tuhan, puji syukur bisa melalui partai hari ini dengan baik, tanpa ada cedera. Dan ya, so far sangat-sangat diberkati karena kembali bermain di semifinal," ungkap Jonatan Christie saat ditemui di mixed zone Istora Senayan.
Pencapaian ini menjadi momen spesial karena merupakan kali kedua Jojo menembus semifinal Indonesia Open.
Ia pun teringat momen terakhir kali melaju jauh di turnamen ini saat masih digelar di masa pandemi.
"Semifinal kedua saya di Indonesia Open setelah terakhir cukup lama waktu Indonesia Open main di Bali waktu itu, waktu zaman COVID. Dan ya, melihat atmosfer Istora yang seperti ini, saya seperti merasa flashback kembali waktu saya pertama kali bermain di Istora," tambah Jojo.
Bagi Jojo, gairah suporter di Istora Senayan tahun ini terasa sangat hidup. Ia menilai antusiasme para pencinta bulu tangkis tanah air telah kembali pulih sepenuhnya.
"Saya rasa Badminton Lovers dan pecinta bulutangkis mulai kembali bergairahbuntuk mendukung atlet-atlet Indonesia," jelasnya.
Meski menang dua gim langsung, Jojo mengakui perjuangannya tidak mudah karena ada faktor teknis di lapangan. Adanya panggung atau stage di dalam arena
ternyata memengaruhi hembusan angin.
"Tadi ada sedikit perubahan dari segi lapangan karena kondisi anginnya mungkin sedikit berubah dikarenakan mungkin ada stage, jadi tadi memang sempat untuk adjustment lagi di set satu, set dua," kata Jojo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/NOSTALGIA-Pebulu-tangkis-tunggal-putra-Indonesia-Jonatan-Christie.jpg)