BWF World Tour
Balada An Se-young Juara Polytron Indonesia Open 2026, Nyaris Tumbang di 4 Besar
An Se-young berhasil menjadi juara Polytron Indonesia Open 2026 setelah mengalahkan Akane Yamaguchi dua gim langsung pada Minggu (7/6/2026).
Ringkasan Berita:
- An Se-young berhasil menjadi juara Polytron Indonesia Open 2026 pada Minggu (7/6/2026) di Istora, Senayan.
- Ia menang atas Akane Yamaguchi yang menjadi lawan di babak final dengan dua gim langsung.
- Ini menjadi gelar juara ke-50 yang diraih An Se-young di sepanjang kariernya, di mana 3 di antaranya berasal dari Indonesia Open.
TRIBUNNEWS.COM - Pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan, An Se-young, lagi-lagi mengalungkan medali emas di kejuaraan bergengsi yang ia ikuti.
Kali ini, An Se-young menjadi yang terbaik saat tampil di ajang badminton Super 1000, Polytron Indonesia Open 2026.
Pada babak final yang digelar Minggu (7/6/2026) di Istora, Senayan, Jakarta, An Se-young menjuarai ajang ini berkat kemenangan atas salah satu rivalnya, Akane Yamaguchi.
Pemain yang juga dikenal sebagai Bocah Ajaib ini menundukkan Akane lewat dua gim saja, dengan skor 23-21 dan 21-12 hanya dalam waktu 39 menit saja.
Meski sudah sangat sering berjaya, gelar di Polytron Indonesia Open tetap terasa spesial.
Ini menjadi gelar ketiganya di Indonesia Open, setelah sebelumnya dirinya juga menjadi juara di edisi 2021, 2025, dan 2026.
Baca juga: Ganda Campuran Malaysia Kritik Aturan BWF usai Kena Kartu Merah di Polytron Indonesia Open 2026
Selain itu, gelar di Indonesia Open juga membuat An Se-young kini genap mengoleksi 50 trofi juara 1 di sepanjang karier profesionalnya.
Jumlah yang sangat luar biasa mengingat usianya yang baru menginjak 24 tahun.
Di antara 50 gelar juara tersebut, ia memiliki koleksi 9 trofi dari turnamen Super 1000.
Hal yang sangat luar biasa, sekali lagi, dari sang Bocah Ajaib.
Saat memenangkan gelar ini, An Se-young merayakannya dengan lantang di Court 1 Istora.
Ia berteriak lega dan melambai kepada para penggemar yang memadati arena.
Barangkali, salah satu faktor yang membuat perayaan ini meriah adalah fakta bahwa An Se-young sebenarnya tinggal sejengkal lagi gagal melangkah ke final.
Hal itu bersumber dari pertandingannya melawan Chen Yufei di babak semifinal pada Sabtu (6/6/2026).
Laga antara An Se-young dan Chen Yufei berlangsung ketat dan saling kejar-mengejar angka hingga tiga gim lamanya.
Pada dua gim awal, kedua pemain saling berbagi kemenangan.
An Se-young memetik kemenangan di gim pertama dengan skor 21-17.
Sedangkan gim kedua berpindah untuk kemenangan Chen Yufei dengan skor tipis 19-21.
Drama yang sesungguhnya terjadi di gim ketiga yang sekaligus menjadi penentu.
Pada awalnya, gim ini berlangsung sebagaimana layaknya pertandingan biasa.
Kedua pemain saling membalas serangan dan berusaha memperoleh angka demi angka.
An Se-young bahkan sempat unggul terlebih dahulu dengan skor 4-2 atas Chen Yufei.
Namun angka 4 menjadi skor yang harus digenggam An Se-young di sisa beberapa poin selanjutnya.
Pasalnya Chen Yufei berhasil bangkit, mengejar, menyamakan, dan unggul dari An Se-young.
Tak cuma unggul, ia juga meninggalkan pebulu tangkis Korea Selatan itu dengan skor 6-11 di interval.
Situasi semakin mengenaskan bagi ASY ketika Chen mendekati kemenangan dengan kedudukan 7-17.
Benar, skor 7-17 bagi keunggulan Chen Yufei atas An Se-young di gim ketiga di ajang Super 1000 yang dianggap salah satu yang paling dinanti di dunia.
Namun di situlah letak pertemuan antara keajaiban, tekad, mentalitas, dan kemampuan An Se-young sebagai pemain nomor 1 dunia.
Ia membuang jauh kata-kata menyerah dari kepalanya dan terus meladeni jual beli serangan dari Chen.
Pada akhirnya, An Se-young bisa sedikit melepaskan diri dari tekanan lawan dengan gantian melancarkan serangan.
Ia bisa memperoleh dua angka tambahan dan mengubah skor menjadi 9-17.
Skor yang mulanya 9, berubah menjadi 12-17 bagi ASY secara perlahan.
Namun, Chen tak tinggal diam dengan langsung kembali meningkatkan tempo.
Pemain asal China ini berhasil menyentuh angka 20 terlebih dahulu, ketika An Se-young masih berusaha mengejar dan baru sampai di angka 16.
Itu saja sebenarnya sudah menjadi perjuangan yang luar biasa bagi ASY.
Namun ternyata itu tak cukup bagi dirinya.
Ia tak membiarkan Chen Yufei memperoleh angka kemenangan hingga dirinya juga sampai di angka 20.
Alhasil, skor 20-20 memaksa adanya deuce bagi keduanya.
Hal tersebut jelas memberikan pukulan besar bagi Chen Yufei yang sudah unggul 10 poin dari An Se-young sebelumnya.
Pada akhirnya, ASY-lah yang bisa membalikkan defisit 10 poin itu menjadi kemenangan 23-21 atas Chen Yufei.
Ia tak menyiakan kesempatan tersebut dengan meneruskan langkah dan menjadi juara Polytron Indonesia Open 2026.
(Tribunnews.com/Guruh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/An-Se-Young-Juara-BAC-2026.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.