Senin, 8 Juni 2026

BWF World Tour

Juara Polytron Indonesia Open 2026 Puji Tinggi Raymond/Joaquin: Bakal Jadi Salah Satu MD Terbaik

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin memang gagal menjadi juara di Polytron Indonesia Open 2026, namun permainannya tetap dipuji pasangan juara Goh/Nur.

Tayang:
Tribunnews.com/Abdul Majid
PASANGAN MUDA - Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin saat konferensi pers di tengah perhelatan Polytron Indonesia Open 2026. - Raymond/Joaquin kalah di final Indonesia Open setelah bertarung tiga gim. Meski begitu, pasangan muda Indonesia dinilai memiliki kualitas untuk menjadi salah satu ganda putra terbaik dunia dalam waktu dekat. Tribunnews/Abdul Majid 

Menurut Izzuddin, momen kebangkitan tersebut lahir karena mereka memilih tetap tenang meski sempat berada dalam situasi sulit.

"Gim kedua sangat ketat. Mereka bermain sangat baik pada dua gim pertama. Tentu kami sempat ragu, tetapi kami hanya fokus pada setiap poin," kata Izzuddin.

Sementara Goh mengakui atmosfer Istora selalu menjadi tantangan tersendiri bagi pemain lawan.

"Sejujurnya tidak mudah bermain di Istora. Kami bersyukur bisa kembali meraih hasil bagus di sini," ujar Goh.

Pelajaran Berharga untuk Raymond/Joaquin

Di sisi lain, Raymond dan Joaquin mengakui kekalahan tersebut menjadi pelajaran penting dalam perjalanan karier mereka.

Joaquin menilai sebenarnya mereka sempat memegang kendali pertandingan hingga pertengahan gim kedua. 

Namun beberapa kesalahan beruntun membuat momentum berpindah ke kubu lawan.

"Pertandingan tadi menjadi pelajaran penting buat kami. Secara keseluruhan saya rasa sudah all out."

"Kami sudah mengeluarkan semua kemampuan yang kami punya," ujar Joaquin melalui rilis PBSI.

"Kami benar-benar mengontrol pertandingan dari awal sampai unggul 14-8."

"Setelah lawan mendapat satu dua poin, mungkin mereka melihat kami sempat bingung dan mereka langsung mengambil momentum itu," kata pemain 20 tahun ini.

Hal senada disampaikan Raymond. Menurutnya, pengalaman bermain di level tertinggi menjadi pembeda utama dalam pertandingan tersebut.

"Lawan adalah pemain yang pengalamannya sangat banyak di turnamen-turnamen besar."

"Mungkin kami harus lebih waspada lagi di pertandingan berikutnya dan menjaga konsentrasi saat sudah unggul," kata Raymond.

Baca juga: Klasemen Trofi BWF World Tour: Indonesia Masih Nirgelar Super 1000, Australia Open 2026 Menanti

Kekalahan yang Tetap Membawa Harapan

Meski gagal mempersembahkan gelar bagi Indonesia, pencapaian Raymond/Joaquin tetap layak diapresiasi.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved