BWF World Tour
Polytron Indonesia Open 2026: Dari Inovasi dan Kenyamanan Hingga Tempat Mimpi Baru Dilahirkan
Polytron Indonesia Open 2026 tak hanya memenuhi ekspektasi federasi dunia sebagai bagian BWF World Tour Super 1000, tetapi juga melampauinya.
Polytron Indonesia Open 2026: Dari Inovasi dan Kenyamanan Hingga Tempat Mimpi Baru Dilahirkan
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Senyum Afgar tak kunjung hilang meski pertandingan sudah lama berakhir.
Di tangannya tampak tergenggam sebuah kaos bertuliskan PB Djarum yang sudah dipenuhi tanda tangan para pebulutangkis dunia.
Sesekali remaja berusia 15 tahun itu memperlihatkannya kepada sang ibu dengan wajah berbinar.
Baca juga: Victor Lai Juara Polytron Indonesia Open Ternyata Berguru pada Pelatih Indonesia
"Sudah dapat tanda tangan Anders Antonsen, Viktor Axelsen, dan Jonatan," katanya bangga.
Minggu (7/6/2026) malam, Polytron Indonesia Open 2026 memang telah mencapai penghujungnya.
Lampu-lampu Istora Senayan perlahan mulai meredup setelah satu pekan menjadi pusat perhatian pecinta bulutangkis dunia.
Namun bagi Afgar, malam itu bukanlah akhir.
Di area mix zone, tempat para atlet keluar setelah pertandingan, ia baru saja menyelesaikan "perburuannya".
Di sekelilingnya, puluhan penggemar lain masih bertahan. Ada yang membawa raket, kaus, hingga poster yang berharap bisa ditandatangani sang idola.
Sesekali terdengar teriakan ketika atlet melintas di hadapan mereka. Beberapa anak bahkan melompat kegirangan hanya karena berhasil melihat pemain favorit dari jarak dekat.
Bagi sebagian orang, area mix zone hanyalah jalur keluar atlet setelah pertandingan. Namun bagi keluarga Rusmi, tempat itu menjadi ruang bertemunya mimpi dan kenyataan.
Mereka datang ke Polytron Indonesia Open 2026 bukan sekadar untuk menonton pertandingan.
Di balik perjalanan menuju Istora, ada kecintaan terhadap bulutangkis yang telah tumbuh lama dalam keluarga mereka.