Minggu, 25 Januari 2026

16 Besar Liga Champions

Muenchen Vs Inter: Van Gaal tak Mau Gegabah

Pelatih Louis van Gaal tak mau gegabah dalam menilai kekuatan Inter Milan saat melakoni leg kedua babak 16 besar LC, Rabudini hari.

TRIBUNNEWS.COM, MUENCHEN - Bayern Muenchen memang telah mengantongi keunggulan satu gol saat melakoni leg kedua babak 16 besar LC, Rabu (16/3/2011) dini hari WIB. Namun, pelatih Louis van Gaal tak mau gegabah dalam menilai kekuatan Inter Milan.

Pada leg pertama babak 16 besar, Rabu (23/2/2011) lalu, The Bavarians mampu mencuri satu gol saat bertandang ke markas Inter Milan, Giuseppe Meazza. Gol Mario Gomez menyudahi perlawanan juara Liga Champion musim lalu itu.

Giliran Stadion Allianz Arena yang akan menjadi tuan rumah di laga kedua babak perdelapan final, Rabu (16/3/2011) dini hari WIB. Persiapan sang empunya tempat pun sudah mencapai tahap maksimal. Bahkan, Muenchen telah mengirim sinyal peringatan pada La Beneamata, saat mereka berlaga di kancah Bundesliga. Juara di semua kompetisi domestik Jerman pada musim lalu itu mampu mencukur Hamburg dengan enam gol tanpa balas, akhir pekan lalu.

"Kami bermain dengan sangat baik saat melawan Hamburg. Jadi, kami telah menemukan kepercayaan diri yang tepat. Bagaimanapun, Inter adalah lawan yang kuat dan kami harus tetap waspada," kata pelatih Muenchen, Louis van Gaal, mengungkapkan persiapan timnya dalam melakoni laga leg kedua babak 16 besar.

"Saat di Giuseppe Meazza, Inter bermain sama persis seperti saat mereka mengalahkan kami di partai final musim lalu. Dari pandangan saya, kami adalah tim yang lebih baik di dua laga tersebut, kami sekali menang dan sekali kalah," sambung arsitek tim asal Belanda itu seperti dilansir goal, Senin (14/3).

Namun, persiapan Muenchen sempat terganggu lantaran adanya rencanya Van Gaal untuk menyudahi kerjasamanya dengan The Bavarians pada akhir musim. Eks pelatih Barcalona itu pun mengaku tidak akan merubah keputusannya itu, walau jika dirinya nanti bisa membawa Muenchen menjadi jawara di benua biru.

"Dalam kasus jika kami menang Liga Champion, kami akan merayakannya dan saya juga akan merayakannya. Tapi, setelah itu saya akan pergi dan Bayern akan melanjutkan kiprahnya dengan pelatih lain. Kami harus berpikir soal masa depan, bukan masa lalu. Saya sedih untuk meninggalkan Bayern, karena mereka adalah klub besar. Mudah menjadi pelatih, setelah menang, sangat menyedihkan jika kami tidak bisa berkembang, tapi itulah sepak bola," ungkap pelatih berusia 59 tahun itu.(*)

Sumber: Bolanews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved