Pembekuan Pengurus PSSI
Siapa Ingin Masuk ke Kantor PSSI, Langkahi Dulu Mayat Kami
Kantor Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) punya hiasan baru. Setidaknya ada tujuh poster bernada kecaman, tuntutan terpampang di pintu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kantor Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) punya hiasan baru. Setidaknya ada tujuh poster bernada kecaman, tuntutan terpampang di pintu, jendela kantor PSSI. Mereka meminta agar Ketua Umum PSSI Nurdin Halid ditangkap, dan PSSI dibekukan.
Bahkan, dari salah satu posternya menyebut, trio N PSSI yakni Nurdin, Nirwan Bakrie, dan Nugroho Besoes adalah mafia. "Inilah Mafia: Gayus Tambunan, Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, Nugraha Besoes," demikian tulisan yang termaktub di salah satu poster beralas karton putih.
Koordinator Dewan Pengawal Revolusi PSSI Sangap Surbekti mengaku, dia dan teman-temannya menginisiasi untuk menduduki kantor PSSI sejak Senin malam, tepatnya pukul 20.00 WIB. Kepada wartawan, Selasa (29/3/2011), Dewan bukanlah kumpulan yang mewakili suporter, tapi kumpulan individu.
Terkait aksi empat anggota Dewan yang memborgolkan tangannya ke pintu masuk PSSI, menurut Sangap, adalah bentuk perlawanan meski harus menumpahkan darah. "Siapa yang masuk dan keluar dari kantor ini, langkahi dulu mayat kami," ujar Sangap di depan kantor PSSI.
Menurut Sangap, pemborgolan diri anggota diri akan terus dilakukan sampai dipenuhinya tuntutan mereka. Persoalan kemarin, Nurdin mengaku tidak bakal mencalonkan diri lagi adalah pemanis belaka. "Pernyataan itu harus dilakukan secara tertulis. Bekukan PSSI dan negara fasilitasi kongres baru," imbuhnya.