Kapten Milan Junior Telantar di Sukabumi
Telat Serahkan Berkas Administrasi, Eriyanto Gagal ke Timnas
Cahaya Eriyanto (16 tahun) yang dulu menjadi kapten terbaik Milan Junior Camp Day Tournament 2010 kini kian meredup
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Cahaya Eriyanto (16 tahun) yang dulu menjadi kapten terbaik Milan Junior Camp Day Tournament 2010 kini kian meredup, putra pasangan Bapak Uli (42) dan Ibu Eha Suleha (37) itu gagal masuk timnas U-16 Championship 2012.
Penyebabnya sederhana, yakni hanya karena Eriyanto terlambat menyerahkan berkas administrasi. Padahal bergabung dengan timnas U-16 adalah cita-citanya yang bisa menjadi jalan untuk membangkitkan eksitensi Eriyanto di dunia sepakbola.
Eriyanto yang dulu pernah disanjung, pernah makan bersama dengan Presiden SBY dan Ibu Ani, kini menjalani hidup seperti anak kampung seperti awal dia dulu. Sepulang sekolah di SMAN 1 Nagrak, Eriyanto mencari rumput untuk memberi makan domba-domba peliharaannya.
Setelah pulang dari tournament di AC Milan Junior, tidak ada yang menawarinya bermain sepakbola atau masuk pemusatan latihan seperti lazimnya calon bintang sepak bola lainnya. “Saat ini saya hanya berlatih di kampung, dan kegiatan lainnya seperti sekolah” begitu yang diucapkannya Eriyanto, seperti dikutip dari Kompasiana.
Menurut Eriyanto, beberapa kali ada tawaran untuk bermain di Jakarta dan kota lain, namun karena keterbatasan administrasi menjadi kendala.
Padahal sebelumnya Eri sempat mendapatkan sejumlah janji manis dari Presiden.
"Presiden berjanji semua biaya sekolah ditanggung dan diberi kehidupan layak," ungkap Eriyanto.
“Tanyakan ke mereka, apa harapan dan cita-cita. Mau menjadi pesepakbola atau karier lainnya. Bisa berhasil sebagai pemain bola, sekolah atau profesi lainnya” itulah sekelumit kata yang keluar dari President SBY saat memberikan pesan kepada Andi Mallarengeng agar memperhatikan masa depan remaja-remaja potensial ini.
Namun janji itu ternyata hanya sebatas janji. Setahun berselang, Eriyanto tak pernah merasakan realisasi janji yang dilontarkan Presiden.
"Saya berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan itu. Saya butuh banget untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Nyatanya sampai saat ini nggak ada. Janji itu sebatas mimpi," ujar Eriyanto.
Nama Eriyanto tiba-tiba menjadi pembicaraan hangat di dunia maya. Banyak yang memberikan dukungan dan simpati kepada kapten yang membawa The All Star Team Milan Junior Camp juara di Milan Junior Camp Day Tournament di markas AC Milan, Italia, pada tahun 2010 lalu itu.
Sekembalinya ke Indonesia pada Oktober 2010, Eri dan tim diajak Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Puja puji pun mengalir. Bahkan Eri mendapatkan sejumlah janji manis dari Presiden.
"Presiden berjanji semua biaya sekolah ditanggung dan diberi kehidupan layak," ungkap Eriyanto yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat, Senin (26/12/2011).
“Tanyakan ke mereka, apa harapan dan cita-cita. Mau menjadi pesepakbola atau karier lainnya. Bisa berhasil sebagai pemain bola, sekolah atau profesi lainnya” itulah sekelumit kata yang keluar dari President SBY saat memberikan pesan kepada Andi Mallarengeng agar memperhatikan masa depan remaja-remaja potensial ini.
Namun janji itu ternyata hanya sebatas janji. Setahun berselang, Eriyanto tak pernah merasakan realisasi janji yang dilontarkan Presiden.