Pray For Muamba
Assou-Ekotto: Saya Teringat Kejadian Marc-Vivien Foe
Bek Tottenham Hotspurs, Assou-Ekotto, mengatakan bahwa kejadian yang menimpa gelandang Bolton Wanderers, Fabrice Muamba,
TRIBUNNEWS.COM - Bek Tottenham Hotspurs, Assou-Ekotto, mengatakan bahwa kejadian yang menimpa gelandang Bolton Wanderers, Fabrice Muamba, membuatnya teringat kepada kejadian yang menimpa mantan rekan senegaranya, Marc-Vivien Foe, yang tewas ketika bertanding 9 tahun lalu.
Melalui kolomnya di Evening Standard, pemain tim nasional Kamerun tersebut mengatakan, "Ketika saya melihatnya tergeletak dalam pertandingan di White Hart Lane, saya ketakutan. Takut pada apa yang dialami dirinya, keluarga, teman-temannya, dan semua orang yang mengenalnya dan yang peduli kepadanya.
"Saya takut karena dia seperti saya. Dia masih muda, seharusnya sehat dan beberapa detik yang lalu berlari bolak-balik di pertandingan yang sama dengan saya," tambah Assou-Ekotto.
Mantan pemain Lens tersebut mengaku kejadian yang dialami oleh Fabrice Muamba membawanya kepada kenangan buruk terhadap kejadian yang menimpa Marc-Vivien Foe sembilan tahun silam. Ketika itu, Foe yang sedang bertanding melawan Kolombia di Piala Konfederasi tahun 2003 di Perancis, tiba-tiba terjatuh pingsan akibat serangan jantung. Foe sendiri akhirnya meninggal dunia tak lama berselang.
"Saya teringat kembali pada apa yang telah terjadi dengan rekan senegara saya, almarhum Marc-Vivien Foe," ujar pria 27 tahun tersebut.
Kabar terakhir menyebutkan bahwa kondisi Fabrice Muamba saat ini masih dalam kondisi kritis. Muamba saat ini masih berada dalam perawatan intensif di rumah sakit di London akibat serangan jantung. Secara khusus, Assou-Ekotto menyampaikan harapan dan keyakinannya kepada tim medis agar mantan pemain Arsenal tersebut dapat segera pulih dan kembali bermain.
Assou-Ekotto menambahkan, "Saya telah menyaksikan momen yang ajaib. Saya melihat sekelompok orang, profesional, yang tidak tampak saat ini tapi fokus. Tim medis yang merawat dia (Muamba) bersama tim medis dari Spurs dan Bolton terfokus pada Fabrice."
"Mereka tidak terganggu dengan apapun, termasuk sejumlah pikiran buruk di kepala saya. Bahkan mereka telah bekerja, dengan tenang dan profesional, melakukan banyak hal yang harus diselesaikan. Saya bukanlah seorang ahli tapi melihat apa telah saya lihat, saya tahu Fabrice akan tetap bersama kita karena kerja keras orang-orang tersebut," tambah Assou-Ekotto. (Deodatus Suksmo Pradipto/Daily Mail)