Liga Arab Saudi
Kondisi Al Nassr Makin Mengkhawatirkan, Ruang Perawatan Tim Bertambah Sesak
Bek kanan andalan Al Nassr, Sultan Al Ghannam, mengalami cedera lutut dan tak bisa diturunkan di pertandingan terakhir Liga Arab Saudi.
Ringkasan Berita:
- Al Nassr kembali menghadapi rintangan besar menyambut pekan 34 Liga Arab Saudi dengan bertambahnya pemain yang cedera.
- Kali ini ada Sultan Al Ghannam yang mengalami masalah di area lututnya.
- Ia menyusul Marcelo Brozovic dan Angelo yang juga mengalami cedera dan tak bisa diturunkan di laga terakhir.
TRIBUNNEWS.COM - Al Nassr kembali mendapatkan hantaman keras dalam mempersiapkan diri menghadapi pertandingan pekan 34 Liga Arab Saudi.
Al Nassr harus menghadapi kondisi salah satu pemain andalannya, Sultan Al Ghannam, tak dalam kondisi fit.
Al Ghannam mengalami masalah di area lututnya yang memerlukan penanganan lebih lanjut dari tim medis.
Ia akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut agar tak salah ditangani nantinya.
Menurut Ariyadhiyah, Al Ghannam tak akan bisa dimainkan di pertandingan melawan Damac di pekan terakhir.
Baca juga: Apesnya Cristiano Ronaldo, Dua Peluang Juara Al Nassr Hilang dalam Lima Hari
Masuknya Al Ghannam ke ruang perawatan tim menambah panjang daftar pemain yang kurang fit di kubu Al Nassr.
Sebelumnya, sudah ada 4 pemain yang mengalami nasib serupa, yaitu mengalami cedera dan kemungkinan besar tak akan bisa dimainkan di pekan terakhir nanti.
Keempat pemain tersebut adalah Marcelo Brozovic, Abdullah Al Khaibari, Abdulelah Al Amri, dan Angelo.
Dengan bergabungnya Al Ghannam ke daftar tersebut, pilihan terasa semakin sempit bagi pelatih Jorge Jesus untuk memilih pemain.
Situasi yang kurang menguntungkan ini datang beruntun ketika mereka juga sedang mengurusi soal laju tim yang agak mengkhawatirkan.
Kekalahan yang diterima atas Gamba Osaka di Liga Champions Asia 2 menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama di kalangan suporter.
Tindakan pun langsung diambil sang pemimpin kelompok suporter Al Nassr, Fahd Al Hozaim.
Al Hozaim tak ingin para penggemar meninggalkan tim di saat mereka berada di titik rendah.
Justru pada saat itu mereka membutuhkan dukungan lebih militan dari para penggemar untuk hadir di stadion.
Penggemar boleh jadi kecewa dengan kegagalan mendapatkan trofi di Asia, tetapi perjuangan Al Nassr masih belum usai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Al-Nassr-198.jpg)