Liga Champions
Barcelona Makin Identik dengan Kontroversi
Barcelona semakin identik dengan kontroversi terutama ketika mentas di Liga Champions.
Dan diapun menendang bola satu detik setelah Busacca meniup peluitnya. Tapi tak ada yang bisa menolong Arsenal saat itu, The Gunners dipaksa bermain dengan 10 pemain dan menyebabkan mereka tereliminasi.
Puncak kontroversi Barcelona juga terjadi musim lalu ketika Barcelona berhadapan dengan Real Madrid di semifinal. Kontroversi ini telah dimulai pada pertemuan leg pertama, di mana Real Madrid kalah 2-0 di kandang.
Barcelona menjaringkan dua gol melalui Messi, tetapi dua gol itu dicetak setelah Pepe diusir pada menit ke-61 karena pelanggaran terhadap Dani Alves. Tepuk tangan sarkastik Mourinho atas keputusan wasit Wolfgang Stark juga membuatnya mendapatkan diusir dari bangku cadangan.
Setelah pertemuan itu, Pepe dan beberapa rekan satu timnya di Madrid menuduh pemain Barcelona melakukan sandiwara dan menyatakan bahwa tidak ada kontak dibuat dengan Alves sebelum ia berputar lalu menginjak kakinya.
Saat konferensi pers usai pertandingan, Mourinho melanjutkan omelan dan mengendus adanya konspirasi. Dia menuduh UEFA, dan bahkan Unicef, bekerja sama dengan Blaugrana. Salah satu pernyataan pedas yang dikatakan Mourinho saat itu adalah, "Jika saya mengatakan apa yang benar-benar saya pikir dan merasa tentang UEFA, maka karir saya akan berakhir sekarang. Sebaliknya saya hanya akan mengajukan pertanyaan, yang saya berharap suatu hari untuk mendapat jawaban. Mengapa Ovrebo? Mengapa Busacca? Mengapa De Bleeckere? Mengapa Stark?," kata Mourinho menyebut nama-nama wasit yang telah membantu Barca.
Barcelona memang selalu lekat dengan kontroversi. Jika ini terus dilanjutkan maka Barcelona sendiri telah menodai asas dasar dalam sepakbola yakni sportifitas dan fair play. Bahkan buruknya lagi saat ini telah muncul suara-suara sumbang dari fans yang menuding adanya konspirasi antara Barcelona dengan UEFA.(Tribunnews.com/cen)