Wasit Liga Inggris Mengancam Boikot Laga Chelsea
Perseteruan antara wasit Mark Clattenburg dengan Chelsea belum berujung
TRIBUNNEWS.COM - Perseteruan antara wasit Mark Clattenburg dengan Chelsea belum berujung. Sejumlah wasit Premier League bahkan menebar ancaman akan memboikot pertandingan The Blues.
Pernyataan tersebut diungkapkan mantan wasit Premier League, Clive Wilkes. Ia menuturkan rencana sejumlah wasit yang ingin menunjukkan kepedulian terhadap rekan seprofesi mereka.
"Saya masih berhubungan dengan banyak wasit. Ada kepedulian kuat terhadap apa yang menimpa Mark. Sejumlah wasit bahkan membicarakan rencana memboikot pertandingan-petandingan Chelsea," ujar Wilkes dilansir The Sun, Sabtu (3/11/2012).
Chelsea menuntut Clattenburg dengan tuduhan tindakan rasis terhadap dua pemainnya, Juan Mata dan John Obi Mikel. Sang wasit diduga menghina Mata dengan sebutan 'Spanish t**t', sedangkan Mikel dengan sebutan monyet.
Insiden itu terjadi saat Chelsea menjamu Manchester United di Stamford Bridge, akhir pekan lalu. Clattenburg pun dinilai membuat keputusan kontroversial terkait memberikan kartu merah kepada striker Chelsea, Fernando Torres.
Clattenburg juga mengesahkan gol ketiga United yang dicetak Javier 'Chicharito' Hernandez, yang dianggap dalam posisi offside. Chelsea pun harus menelan kekalahan 2-3 di hadapan para pendukungnya.
"Ingat, ini bukan kali pertama Chelsea menjadikan wasit sebagai target. Sebelumnya, Anders Frisk dan Graham Poll. Para wasit menganggap kasus ini sudah cukup. Tidak berlebihan kalau saya bilang, wasit di negeri ini tidak pernah merasa direndahkan," tutur pria 57 tahun ini.
Frisk terpaksa pensiun karena menerima ancaman pembunuhan, setelah mengusir Didier Drogba saat pertandingan di Barcelona pada 2005. Lalu, setahun kemudian, giliran Poll yang mengalami lantaran keputusannya terhadap John Terry.
Langkah Chelsea mengajukan keluhan terhadap Clattenburg juga mendapat kritik pedas dari Manajer Arsenal, Arsene Wenger. Wenger menilai seharusnya masalah itu tak menjadi konsumsi publik.
"Komentar saya adalah, saya lebih suka ketika saya tidak berlaku baik, saya meminta penjelasan dari wasit di akhir laga atau di hari lain, daripada mempublikasikannya dengan sedikit bukti yang Anda ketahui," ujar Wenger di Sky Sports.
Sang Profesor pun menyebut wasit hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. "Wasit tidak berlaku baik itu bisa terjadi, saya tidak mengatakan mereka malaikat," kata Wenger.
Bela Diri
Terkait tuduhan rasis, Clattenburg menyatakan bantahannya. Seperti diungkapkan kepada rekan-rekan terdekatnya, wasit berusia 37 tahun itu dengan berang menegaskan ia tak pernah melontarkan kata-kata bernada rasisme terhadap dua pemain Chelsea.
Clattenburg bertekad untuk bertarung terhadap tuduhan rasis yang telah dilontarkan Chelsea terhadapnya. "Saya bukan seorang rasis," ujar teman terdekat Clattenburg.
Tuduhan rasis membuat Clattenburg menghadapi penyelidikan dari kepolisian serta FA. "Saya tak pernah menggunakan kata-kata seperti itu. Reputasi dan integritas saya dipertaruhkan disini. Saya tak melakukan hal yang salah dan akan mempertahankan hal ini dengan segenap kemampuan saya," ungkap Clattenburg kepada rekan dekatnya.