Senin, 25 Mei 2026

Liga Super Indonesia

Suporter PSPS Tewas, Asykar Theking dan Curva Nord Saling Bantah

Cerita tentang kerusuhan sesama suporter PSPS yang terjadi pada Minggu (10/2/2013), menjadi bahan pembicaraan utama

Tayang:

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Palti Siahaan

TRIBUNNEWS.COM – Cerita tentang kerusuhan sesama suporter PSPS yang terjadi pada Minggu (10/2/2013), menjadi bahan pembicaraan utama di rumah duka almarhum Tegar Syahputra Agara, korban tewas kerusuhan tersebut. Siapa yang memulai kerusuhan pun, kedua kelompok suporter, Asykar Theking dan Curva Nord saling tuduh.

Di rumah duka, para suporter PSPS dari Asykar Theking bercerita bahwa pihak lawanlah yang memulai cekcok. Sehingga kemudian muncul keributan yang memakan korban jiwa.

Bahkan pihak Asykar Theking menilai keributan sepertinya sudah direncanakan. Tudingan ini disebabkan dari peralatan yang digunakan oleh pihak lawan dalam bentrok tersebut.

"Dari informasi yang kami dapat dari para korban, mereka (Curva Nord) pakai samurai, stick golf. Kayu broti mereka pun tiba-tiba langsung banyak. Darimana dapat kayu broti langsung banyak kalau tidak direncanakan. Bahkan ada yang mau ditusuk pakai samurai, tadi dilerai yang lain," kata Pugu, kelompok Asykar Theking.

Pihak Curva Nord jelas tidak mau dipermasalahkan. Dua pentolannya yang diwawancari Tribun Pekanbaru (TRIBUNnews.com Network) lewat telepon yang meminta namanya tidak disebutkan, langsung membantah.

"Bukan kami yang memulai duluan. Mereka yang memulai duluan," kata seorang pentolan Curva Nord.

Dikatakannya, pihaknya diganggu oleh kelompok Asykar Theking duluan. Saling ejek terjadi di SPBU, dekat perbatasan Kampar-Pekanbaru. Setelah itu kelompok Asykar Theking menuju Bangkinang dan bertemu dengan kelompok Curva Nord yang didepan. Keribuitan terjadi saat itu. Lempar - lempar batu terjadi.

"Kalah jumlah, kelompok kami lari ke semak-semak. Saya saat itu sudah berada di stadion untuk pesan tiket. Tiket yang kami pesan untuk 300 orang," ujarnya.

Namun sang pentolan tersebut membantah kalau keributan ini direncanakan. Adanya bawa peralatan berupa stick golf dan pedang samurai juga dibantah keras sang pentolan. Bahkan pentolan satu lagi juga membantahnya,

"Itu tidak benar. Tidak ada kami rencanakan. Itu pembohongan namanya. Kalau Samurai dan stick golf saya pastikan tidak ada. Kalau dibilang kayu broti bayak, pagar-pagar rumah penduduk itu yang kami cabuti. Tanyalah ke masyarakat dekat Polsek Tambang itu. Mereka yang tahu persis kejadiannya," kata sang pentolan yang beberapa kali meminta namanya jangan disebutkan.

Sang pentolan juga mengatakan, bila memang terbukti, silahkan diproses secara hukum. Pihaknya juga siap membantu pihak kepolisian.

Apakah benar anggota Curva Nord yang melakukan keributan yang menyebabkan adanya korban jiwa? "Kalau itu belum bisa saya pastikan. Sebab di komunitas kami ada dua bagian, ada yang anggota ada yang pengikut saja tapi tidak anggota," ujarnya mencoba mengelak.

Mengenai nasib Curva Nord ke depan, sang pentolan mengatakan belum mengetahui secara pasti. Bila dibubarkan, mereka terima saja. Namun bila dibubarkan, kelompok suporter lain akan muncul.

Di dalam Curva Nord ini sendiri tidak ada ketua. Yang ada hanya pentolan dan pembina organisasi. Sang pembinan Curva Nord, Amer Hamzah, belum bisa dikonfirmasi. Tiga nomor teleponnnya yang dihubungi Tribun Pekanbaru (TRIBUNnews.com Network) tidak aktif. Pria yang akrab disebut Daeng itu dikabarkan sedang keluar kota.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
PERSIB
34
24
7
3
59
22
37
79
2
Borneo FC
34
25
4
5
74
31
43
79
3
Persija
34
22
5
7
65
29
36
71
4
Persebaya
34
16
10
8
61
35
26
58
5
Bhayangkara FC
34
16
5
13
53
45
8
53
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved