Atletico Madrid Kutuk Suporter yang Lempar Korek Api ke Cristiano Ronaldo
Atletico Madrid tengah harap-harap cemas, menanti keputusan RFEF, terkait insiden pelemparan korek api.
Laporan Wartawan Tribunnews.com Glery Lazuardi
TRIBUNNEWS.COM, MADRID - Atletico Madrid tengah harap-harap cemas, menanti keputusan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), terkait insiden pelemparan korek api gas oleh suporternya kepada Cristiano Ronaldo.
Direktur Atletico Madrid Clemente Villaverde berharap, RFEF tidak menghukum klubnya atas perilaku suporternya.
"Ini adalah kejadian terisolasi, tidak ada orang lain yang terlempar. Pemain tidak menderita cedera. Kami sudah mengidenitifikasi siapa yang melempar. Korek api gas tidak berdampak apa-apa dan saya senang Cristiano tidak mengalami masalah," ujarnya, dilansir situs Marca.
Clemente Villaverde berpesan kepada pendukung klub Atletico Madrid, supaya tidak melakukan tindakan yang di luar sportifitas olahraga.
"Kami mengutuk setiap tindakan termasuk melempar korek api gas. Tidak ada tempat bagi mereka yang melakukan itu. Fans, seharusnya datang ke stadion dan memberikan dukungan. Tidak melakukan hal-hal seperti ini," tuturnya.
Kejadian pelemparan korek api gas, terjadi dalam laga semifinal kedua Copa Del Rey, saat Atletico Madrid menjamu Real Madrid di Estadio Vicente Calderon, Rabu (12/2/2014) dini hari.
Peristiwa itu terjadi saat laga jeda turun minum, persisnya ketika Cristiano Ronaldo dan Sergio Ramos berbincang sambil berjalan meninggalkan lapangan.
Di tengah perbincangan, korek api gas berwarna kuning mendarat tepat di kepala Ronaldo, kemudian membuatnya terkapar.
Beruntung lemparan korek api gas tak menyebabkan luka serius, sehingga Ronaldo mampu melanjutkan tampil di babak kedua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140212_075402_ronaldo-korek.jpg)