Drama Sepak Bola Jakarta: Bambang Pamungkas dan Bekas Klubnya
Tak sedikitpun luapan kegembiraan berlebihan yang ditunjukkan Bepe setelah mencetak pundi-pundi golnya ke gawang Persija.
TRIBUNNEWS.COM - Pertemuan Pelita Bandung Raya (PBR) dan Persija Jakarta di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Senin (17/2/2014), menyuguhkan drama sepak bola yang menggetarkan.
Setidaknya bagi seorang Bambang Pamungkas dan bekas klub yang amat dicintainya. Bepe, begitu Bambang akrab disapa, sejatinya pernah menjadi bagian penting tim berjulukan Macan Kemyoran, setidaknya dalam satu dekade terakhir. Ya, Bepe dibesarkan oleh tim Ibukota itu selama 11 tahun. Yakni, mulai 1999-2005 dan 2007-2012.
Sempat vakum dari sepak bola nasional pada musim 2013 karena persoalan tunggakan gaji yang dilakukan manajemen Persija. Menjelang bergulirnya musim 2014, negosiasi pelunasan gaji sempat terhambat. Dan, dengan langkah berat, Bepe pun hengkang. Striker 33 tahun itu hijrah ke PBR.
Batin Bepe pun seakan terbelah saat PBR harus menjamu Persija, klub yang telah membesarkan namanya. Bepe, yang selama 4 laga sebelumnya hanya menjadi pemain pengganti di klub berjulukan The Boys Are Back, kali ini diberikan kesempatan tampil dari awal.
Keputusan pelatih Dejan Antonic pun tidak disia-siakannya. Penggemar penyerang ternama Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, ini pun membayar kepercayaan pelatih dengan memborong dua gol untuk keunggulan PBR.
Namun, ada peristiwa penting yang menjadi bagian drama pada laga ini. Tak sedikitpun luapan kegembiraan berlebihan yang ditunjukkan Bepe setelah mencetak pundi-pundi golnya ke gawang Persija.
Tidak ada selebrasi sedikitpun yang dilakukan Bepe usai mencetak gol bagi gawang Persija. Mantan kapten Timnas Indonesia ini justru tampak tertunduk dan menutup wajahnya ketika mencetak gol ke gawang klub yang membesarkan namanya.
Ya, aksi tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada klub yang amat dicintai Bepe.
"Yang pasti saya bersyukur bisa membuat dua gol. Tapi, saya juga meminta maaf kepada Persija," ujar Bepe singkat usai pertandingan.
Sayang, dua gol Bepe belum cukup untuk mengantarkan klub kebanggaan publik Baraya ke jalur kemenangan. Anak-anak Ibukota berhasil mencuri poin melalui dua gol yang diciptakan Ivan Bosnjak lewat titik putih dan tandukan terukur April Hadi.
Pelatih Persija Benny Dolo pun tidak mau terlibat dalam konflik batin yang dialami Bepe. Baginya, Bepe merupakan pemain profesional yang berkontribusi besar terhap hasil akhir pertandingan.
"Saya tidak mau menanggapi cerita masa lalu Bepe dan Persija. Yang pasti, Bepe adalah pemain bagus. Dia membuktikan kualitasnya sebagai pemain profesional. Saya salut," ujar Bendol, sapaan akrab benny Dolo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140121_042515_bambang-pamungkas-222hj.jpg)