Klub Jerman Tolak Piala Dunia Musim Dingin di Qatar Tahun 2022
Dampak Piala Dunia musim dingin, lanjut Eberl, tidak berhenti hanya di musim itu, karena dua sampai tiga musim berikutnya masih akan terpengaruh.
TRIBUNNEWS.COM - Keputusan FIFA mengadakan Piala Dunia 2022 saat musim dingin memang mengejutkan, terutama bagi masyarakat Eropa. Bagaimana tidak, musim dingin, terutama menjelang Natal, adalah masa sibuk-sibuknya liga-liga di Eropa.
Klub Borussia Moenchengladbach langsung menentang keputusan ini, sebagaimana disampaikan Direktur Olahraga, Max Eberl. "Piala Dunia di musim dingin adalah tidak masuk akal bagi klub-klub Jerman, karena akan mengacaukan jadwal kompetisi domestik dan UEFA. Artinya jadwal Liga Jerman akan dihentikan pada bulan Oktober, dan baru mulai lagi pertengahan Januari," kata Eberl yang dikutip laman RP.
Dampak Piala Dunia musim dingin, lanjut Eberl, tidak berhenti hanya di musim itu, karena dua sampai tiga musim berikutnya masih akan terpengaruh dengan keadaan luar biasa tersebut.
Penolakan juga datang dari Karl Heinz Rummenigge, CEO Bayern Muenchen. "Yang harus menanggung akibat dari keputusan ini adalah klub. Harus ada uang kompensasi bagi klub," kata mantan Kapten Timnas Jerman Barat itu
Uniknya, "Kaisar" sepak bola Jerman, Franz Backenbauer, menilai keputusan FIFA itu masuk akal. "Kita tidak punya energi yang cukup untuk mendinginkan seluruh stadion, dan ada 7 tahun untuk beradaptasi bagi liga-liga yang terpengaruh," katanya.
Piala Dunia di musim dingin memang terasa mengerikan bagi kalangan sepak bola Eropa, namun merek tidak sadar bahwa Piala Dunia di musim panas sebenarnya juga membuat liga-liga di benua-benua selain Eropa terganggu. Soalnya liga non-Eropa dimulai pada awal tahun. Hanya liga di Eropa yang dimulai pada pertengahan tahun.
Baca Selengkapnya di Harian Super Ball, Kamis (26/2/2015)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140603_122612_world-cup-2022.jpg)