Unik Olahraga
Transfer-transfer Besar Dunia Ternyata Dikontrol dari Desa Kecil di Italia
Nada skeptis mengiringi transfer Anthony Martial dari AS Monaco ke Manchester United pada hari terakhir bursa transfer musim panas 2015.
"Kami membeli kamera, PC yang dilengkapi Windows Movie Maker, dan mulai merekam beberapa pertandingan lokal. Saya masih ingat, kami tak punya uang untuk membeli DVD atau kaset," kata Campodonico.
Banyak kesulitan dialami Campodonico. Dia adalah lulusan Fakultas Ekonomi University of Genoa. Jangan heran apabila dia tak memiliki koneksi ke dunia sepak bola.
Campodonico tak menyerah. Dia terus mengembangkan perusahaan dengan dua prinsip, yaitu kualitas layanan dan inovasi.
Demi mengaplikasikan prinsip sang pemilik, Campodonico merekrut sejumlah eks pelatih dan pemain untuk menjadi analis.
"Kami berinteraksi dengan klub-klub papan atas dunia. Jadi, kami harus menjaga kualitas kerja," tuturnya.
Meski sudah mapan, Campodonico tak berhenti mencari ide baru. Kini, dia tengah merancang paket indeks performa. Klien jadi bisa membandingkan lebih dari satu pemain buruan.
"Anda bisa mengomparasikan pemain AS Monaco dengan Boca Juniors dengan rasio serupa. Klub bisa melakukannya terhadap pemain di seluruh dunia setiap pekan," ucap Campodonico.
Berkat prinsip itu, Wyscout membentuk kredibilitas. Delapan tahun setelah didirikan, mereka mampu menjaring sekitar 32.000 klien.
Campodonico boleh merasa bangga melihat hasil kerja kerasnya. "Hari ini, kami adalah komunitas sepak bola terbesar setelah FIFA," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/wyscout_20160109_010227.jpg)