Sabtu, 18 April 2026

Indonesian Soccer Championship

Bali United Tetap Konsisten Andalkan Pemain Muda di ISC

Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, jadi arena adu skill dan taktik para pemain serta pelatih.

Editor: Husein Sanusi
/Feri Setiawan
Pesepak bola Bali United melakukan Komplain kepada wasit saat melawan Persija Jakarta dalam pertandingan Trofeo Persija di Stadion Utama Glora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (9/4/2016). Dalam laga tersebut Persija Jakarta menjadi juara setelah mengumpulkan lima poin dengan mengalahkan PSM Makassar 4-1 melauli pinalti dan Bali United 1-0. Super Ball/Feri Setiaan 

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Genderang perang tim-tim kuat di Indonesia sudah ditabuh..

Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, jadi arena adu skill dan taktik para pemain serta pelatih.

Tahun 2016 ini menjadi penting bagi masyarakat Bali. Pasalnya sejak tenggelamnya Gelora Dewata sejak 2001 lalu, semeton Bali tak ada tontonan lagi.

Akibatnya, potensi besar pesepakbola Bali menyebar ke luar. Kini, era baru sepakbola Bali kembali lahir dengan hadirnya Bali United. Klub ini menjadi wakil Bali untuk berlaga di kancah nasional.

Putra Samarinda telah meresmikan mengganti nama dan basis mereka jadi di Bali. Klub yang lahir sejak 1989 itu berganti nama menjadi Bali United dan bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Kehadiran tim berjuluk Serdadu Tridatu tak lagi menjadikan pesepakbola Bali menjadi penonton. Bali United mengajak anak-anak muda Bali bergabung di bawah bendera Bali United.

Pertarungan nama daerah di setiap pertandingan yang menjadi dorongan kuat bagi putra daerah. Sebutnya saja, Ngurah Arya Perdana, Putu Pager Wirajaya, Agus Nova Wiantara, Komang Adi Parwa, Junius Bate, Gede Sukadana, I Nyoman Sukarja, dan I Made Wirahadi, mereka kini mengusungkan dada siap bermain dan memberi prestasi melalui lapangan hijau.

Ini adalah kesempatan menunjukan loyalitas bagi klub dan Pulau Dewata tanah kelahiran mereka. Penyerang sayap Bali United yang akrab disapa Binter mengatakan, aura kedaerah sangat terasa.

Emosi bertanding membawa nama daerah menjadi berlipat. Binter bersam rekannya sesama Nak Bali ingin memberi yang terbaik bagi skuat Bali United dan masyarakat Bali. "Suatu kebanggan buat kami putra bali main untuk tim Bali di kancah sepakbola tertinggi di Indonesia," kata Binter kepada Tribun Bali, Jumat (29/4/2016).

Binter yang lama bermain untuk klub di luar Bali, merasa perbedaan jelang kompetisi sangat terasa. Semangat berlipat bergelora di dadanya, tak sabar ingin mencetak gol untuk Bali.

"Selama ini anak-anak Bali hanya jadi penonton saja. Dulu kita tidak ada klub profesional di kasta satu. Banyak pemain Bali harus membela klub di luar," ujar mantan Persiba Balikpapan ini.

Meski demikian, Binter Wirahadi mempercayai bahwa berkat bermain di luar Bali, para pemain Bali banyak bisa lebih baik dan berhasil.

Meskipun masih mandul bersama Bali United sejak dikontrak awal tahun akhir tahun 2015, dia menilai hal itu belum saatnya.

Rezeki pasti datang saat tampil di laga selanjutnya. Apalagi kali ini rasa percaya dirinya berbeda di kompetisi panjang ini.

"Mungkin belum rezeki cetak gol. Padahal sudah berusaha keras. Mohon doa bagi saya dan Serdadu Tridatu, " kata Binter.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
PERSIB
27
27
27
27
48
16
32
64
2
Borneo FC
27
27
27
27
56
27
29
60
3
Persija
27
27
27
27
50
25
25
55
4
Bhayangkara FC 
28
28
28
28
38
32
6
47
5
Malut United
27
27
27
27
53
35
18
46
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved