Badan Intelejen Prancis Temukan 88 Petugas Keamanan Terkait ISIS
Terungkap adanya dugaan anggota teroris itu dari deteksi dini Direktorat Jenderal Keamanan Internal Prancis terhadap 3.500 petugas keamanan swasta
TRIBUNNEWS.COM - Badan Intelijen Prancis menemukan 82 petugas keamanan swasta yang disewa untuk menjaga keamanan selama berlangsungnya Euro 2016 diduga anggota teroris ISIS.
Terungkap adanya dugaan anggota teroris itu dari deteksi dini Direktorat Jenderal Keamanan Internal Prancis terhadap 3.500 petugas keamanan swasta.
Mereka tergabung dalam 90.000 petugas keamanan yang ditugaskan menjaga keamanan pesta sepak bola akbar masyarakat Eropa itu.
Presiden Prancis, Francois Hollande, mengambil langkah-langkah cepat atas temuan tersebut.
Hollande memerintahkan kepada Kepolisian Prancis untuk memperketat penjagaan 10 stadion yang digunakan 24 negara peserta Euro atau Piala Eropa edisi ke-15.
"Dua serangan teroris telah terjadi di Prancis, dan saya ingin hal itu tidak terulang lagi. Piala Eropa merupakan pesta olahraga terbesar di Eropa yang pantas disaksikan dengan penuh rasa aman. Untuk itu, saya melipatgandakan petugas dan memperketat masuknya penonton ke dalam stadion," katanya seperti dikutip dari Dailymail.co.uk.
Baca Selengkapnya Hanya di HARIAN SUPER BALL, Selasa (7/6/2016)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/harian-super-ball-halaman-14_20160607_080306.jpg)