Pernyataan Sikap Persibat Batang Soal Kabar Hapidin 'Penjual Sepatu Emas'
Pihak klub mengatakan Hapidin mendapat cedera saat bermain di tunamen tarkam di desa Kebun Rowopucang Kabupaten Pekalongan.
TRIBUNNEWS.COM - Klub sepakbola Peribat Batang mengeluarkan rilis untuk menanggapi masalah yang tengah dihadapi mantan strikernya Hapidin.
Di rilis yang terbit pada Kamis (2/3/2017) ini Persibat menjabarkan terlebih dahulu sembilan poin kronologis.
Surat edaran kepada awak media ini ditandatangani resmi oleh manajer klub Akhmad Dahlan.
"Bahwa Hapidin mendapatkan cedera bukan ketika membela Persibat maupun timnas, ia mendapat cedera saat statusnya tak lagi pemain Persibat," bunyi poin nomor satu.
Disebutkan, Hapidin mendapat cedera saat bermain di tunamen tarkam di desa Kebun Rowopucang Kabupaten Pekalongan.
Kala itu, kompetisi tengah tidak berlangsung di mana PSSI sedang dibekukan oleh Menpora Imam Nahrawi pada September 2015.
Usai mengetahui cedera itu, manaje klub Akhmad Dahlan sejatinya sudah menawarkan opsi operasi, tapi sang pemain menolak lantaran ingin memakai pengobatan alternatif.
Hingga akhirnya Hapidin membuat gempar publik setelah memposting foto yang berniat menjual sepatu emas lambang pencetak gol terbanyak Divisi Satu musim 2014.
Hapidin ingin menjual sepatu emas itu untuk membiayai perawatan cedera engkelnya.
Namun, dia ragu ada yang mau membeli karena ternyata sepatu emas itu bukanlah benar-benar sepatu yang terbuat dari emas.
Sepatu emas itu ternyata aspal alias asli tapi palsu.
Persibat Batang menyesali tindakan yang dilakukan Hapidin tersebut.
"Klub sudah melakukan upaya-upaya membantu Hapidin dalam merawat cederanya. Klub juga mengizinkan Hapidin tetap tinggal di mess selama merawat cedera," kata Akhmad Dahlan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/hapidin_20170227_121816.jpg)