Liga Champions
Liverpool Kalah Telak dari PSG, Jangan Harap Comeback Sensasional di Anfield
Ringkasan kekalahan 2-0 Liverpool atas PSG, tidak hanya hasil tetapi dari statistik dan strategi. Comeback di leg kedua rasanya sulit terealisasi.
Ringkasan Berita:
- Ringkasan kekalahan 2-0 Liverpool di kandang PSG dalam leg pertama perempat final Liga Champions, hilangnya kepercayaan diri dan timbulnya ketakutan dalam skuad The Reds.
- Komentar mantan kiper Inggris, Paul Robinson, dan mantan bek Liverpool, Stephen Warnock soal performa Liverpool yang kalah telak secara statistik atas PSG.
- Comeback di leg kedua seperti musim 2018/2019? Rasanya sulit bagi Warnock.
TRIBUNNEWS.COM - Rasanya, Liverpool sedang berada di titik terendah dalam beberapa musim terakhir. Tak ada upaya mencetak gol, peluang minim yang dihasilkan, hingga kekalahan telak dari statistik pertandingan melawan PSG.
Ya, Liverpool emang hanya dihajar 2-0 oleh PSG di Parc des Prince dalam leg pertama babak perempat final Liga Champions, namun angka-angka statistik pertandingan menggambarkan keseluruhan performa tim asuhan Arne Slot dalam pertandingan tersebut, Kamis (9/4).
Hanya tiga upaya, dan tidak ada yang tepat sasaran dalam peluang The Reds. Sedangkan PSG yang mengusai permainan lebih dari 70 persen menghasilkan 18 tembakan dan tujuh yang mengarah tepat sasaran.
Mantan kiper timnas Inggris, Paul Robinson mengungkapkan tidak adanya rasa kepercayaan diri dalam pemain Liverpool di atas lapangan.
Hal itu seakan menggambarkan apa yang disampaikan kapten Liverpool, Virgil van Dijk beberapa hari lalu soal rekannya yang mudah menyerah.
Liverpool dihajar Man City dengan skor 4-0 di babak perempat final Piala FA.
"Rasanya kepercayaan diri sedang berada di titik terendah sepanjang masa," kata mantan bek Liverpool, Stephen Warnock kepada BBC Sport.
"Itu adalah pertarungan antar juara (Liga Champions). Juara kita sama sekali tidak mampu menandingi mereka," ungkap mantan kiper Inggris, Paul Robinson, di kesempatan yang berbeda.
Untuk pertama kalinya sejak tahun 2020, Liverpool gagal mencatatkan satu pun percobaan tepat sasaran ke gawang lawan dalam pertandingan Liga Champions.
Ketakutan Liverpool
Robinson melihat lebih luas, bukan hanya soal kepercayaan diri para pemain Liverpool yang sedang bermasalah, tetapi juga faktor mental atau emang itu strategi dari Arne Slot.
Bayangkan saja, PSG besutan Lus Enrique melakukan 39 sentuhan di dalam kotak penalti Liverpool.
Sedangkan Liverpool hanya sembilan sentuhan. Perbandingan akurasi umpan, tingkat kesuksesan operan, umpan pendek yang diselesaikan dan berhasil, Liverpool kalah segalanya dari PSG.
Angka penguasaan bola yang berada di atas 70 persen seakan menggambarkan semuanya tentang kedigdayaan PSG atas Liverpool.
Tidak hanya itu, dalam beberapa kesempatan tampak Liverpool bermain dengan lima pemain di lini pertahanan, namun mereka tetap saja kebobolan. Ditambah dengan lini depan yang kurang tajam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Liverpool-kalah-adu-penalti-dari-Crystal-Palace.jpg)