Liga Indonesia
Sylvano Comvalius Bisa Saja Bertahan di Bali United
Sosok Ilija Spasojevic dilirik oleh beberapa fans Bali United jika Sylvano Comvalius tidak memperpanjang kontraknya di Bali United.
Editor:
Toni Bramantoro
TRIBUNNEWS.COM, GIAYAR - Sosok Ilija Spasojevic dilirik oleh beberapa fans Bali United jika Sylvano Comvalius tidak memperpanjang kontraknya di Bali United.
Sejumlah pentolan fans Bali United di Bali tiba tiba menyebut nama Ilija Spasojević striker Bhayangkara FC asal Yugoslavia, jelang berakhir kompetisi Liga I Indonesia.
Jika akhirnya Sylvano Dominique Comvalius, top skor Liga I Indonesia dengan 35 gol milik Bali United pergi, tentunya alternatif terbaik adalah striker yang baru saja berstatus WNI, Spaso.
Comvalius belum memastikan diri bertahan di Bali United
Harga Comvalius yang selangit kabarnya menjadi kendala Bali United untuk melanjutkan kerja sama.
Di sisi lain, Comvalius juga menjadi incaran klub lainnya di Liga Thailand dan Malaysia.
Atau pun bisa saja, Comvalius tetap bertahan, dan mendatangkan Spaso mantan Persib Bandung ini ke Bali United hadapi kompetisi Liga I Indonesia dan beberapa laga di level Asia.
Ketua Brigaz Bali, Raffy Antara menjelaskan, sangat berharap Spaso bisa gabung ke Bali United.
Apalagi Bali United akan ikut di turnamen Asia yang tentu lawan yang akan dihadapi lebih kuat.
Pengurus Brigaz Bali, Nyoman Suharta menjelaskan, jika Spaso ke Bali tentu sangat bagus.
"Spaso striker handal yang mematikan di depan gawang. Sudah pasti saya jadi fans saat ada Bali Devata 2011, karena saya kan jauh sebelum itu sejak zaman Gelora Devata sudah jadi fans," katanya.
Putu Leonk fans fanatik Bali United di tribun Timur Dipta menjelaskan, sangat tahu persis karakter dan kualitas Spaso sejak zaman Bali Devata.
Namun, semuanya ia kembalikan kepada manajemen karena manajemen lebih memahami kebutuhan tim untuk musim depan.
Menanggapi keinginan para fans kepada Tribun Bali, Spaso menyebut rindu ingin bermain di Bali.
Kerinduannya tertuju pada rekan pemain dan pelatih eks Bali Devata tahun 2011.