Pengaturan Skor

Dirut Persija Jakarta Hadir dalam Sidang Kasus Pengaturan Skor yang Melibatkan Joko Driyono

Sidang lanjutan kasus pengaturan skor dengan terdakwa mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, menghadirkan Dirut Persija Jakarta, Kokoh Alfiat.

Dirut Persija Jakarta Hadir dalam Sidang Kasus Pengaturan Skor yang Melibatkan Joko Driyono
Tribunnews.com/ Fahdi Fahlevi
Mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta, Senin (6/5/2019). 

Sidang lanjutan kasus pengaturan skor dengan terdakwa mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, menghadirkan Dirut Persija Jakarta, Kokoh Alfiat.

TRIBUNNEWS.COM - Sidang lanjutan perkara tindak pidana umum dengan terdakwa mantan Plt. Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, menghadirkan saksi Kokoh Afiat, selaku mantan direktur keuangan PT Liga Indonesia.

Kesaksian Kokoh Afiat cukup menarik mengingat ia adalah saksi yang menandatangani berita acara sita dari Satgas Anti Mafia Bola setelah menggeledah kantor PT Liga Indonesia di Kawasan Rasuna, Jakarta, awal Februari silam.

Diungkapkan Kokoh Afiat bahwa dirinya menandatangani berita acara sita yang berisi barang-barang berupa CPU milik Liga Indonesia, alat penghancur kertas milik Liga Indonesia berikut sisa kertas yang masih ada di sana.

Baca: Joko Driyono Melakukan Penghilangan dan Perusakan Barang Bukti Terkait Pengaturan Skor Terbantahkan

Baca: Sidang Lanjutan Kasus Joko Driyono, Ini Harapan kepada Jaksa dan Hakim

Padahal semua dokumen itu adalah dokumen lama di masa Liga Indonesia masih menjadi operator Liga 1 dan 2.

"Sejak awal tahun 2016, Liga Indonesia sudah berhenti dan tidak menjadi operator lagi," kata Kokoh Afiat seperti rilis yang diterima BolaSport.com, Selasa (18/6/2019).

"Diganti dengan PT Liga Indonesia Baru, yang berkantor di Menara Sudirman Jakarta. Saksi dan terdakwa sama sekali tidak menjadi pengurus dalam perusahaan operator kompetisi tersebut," ucap pria yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama Persija Jakarta itu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ditambahkan saksi lainnya, Subekti, staf keuangan Liga Indonesia yang memerintahkan saksi sebelumnya yaitu Tri Nursalim, untuk menghancurkan kertas.

Baca: Sidang Joko Driyono Ditunda Akibat Saksi Berhalangan Hadir

Baca: JPU Agendakan Pemeriksaan Saksi dari Satgas Antimafia Bola untuk Sidang Joko Driyono

Direktur Utama dan CEO baru Persija Jakarta yakni Kokoh Afiat serta Ferry Paulus dalam jumpa pers di Hotel Atlet Century, Jakarta, Sabtu (9/2/2019).
Direktur Utama dan CEO baru Persija Jakarta yakni Kokoh Afiat serta Ferry Paulus dalam jumpa pers di Hotel Atlet Century, Jakarta, Sabtu (9/2/2019). (MUHAMMAD ROBBANI/BOLASPORT.COM)

Subekti mengatakan bahwa kertas tersebut adalah dokumen keuangan Liga Indonesia, yang diketahui dari saksi Kokoh, bahwa dokumen itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan materi penyidikan satgas terkait perkara pengaturan skor yang kini disidangkan di PN Banjarnegara, Jawa Tengah dengan terdakwa Priyanto dkk.

"Apalagi perkara Banjarnegara itu Liga 3, sedangkan dulu, Liga Indonesia waktu masih aktif, hanya menjalankan Liga 1 dan 2," kata anggota tim penasihat hukum terdakwa, Mustofa Abidin.

"Jadi semua barang yang disita dari kantor PT Liga Indonesia di kawasan Rasuna Said, sekali lagi saya tegaskan, tidak ada hubungan dengan perkara yang disidik satgas anti mafia bola," ucapnya menambahkan.

Baca: Jawaban Joko Driyono Saat Ditanya Hakim Soal Dakwaan

Baca: Joko Driyono Dapat Dukungan Moral dari Tiga Mantan Pemain Timnas Indonesia

Sidang akan dilanjutkan pada Kamis, 20/6/2019, dengan agenda pemeriksaan keterangan terdakwa. Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa Joko Driyono didakwa dengan pasal berlapis, di antaranya Pasal 363, Pasal 231, Pasal 235, Pasal 232 dan Pasal 221 KUHP.

(BolaSport.com)

Artikel ini telah tayang di BolaSport.com dengan judul Joko Driyono Bawa Dirut Persija Jakarta ke Pengadilan

Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved