Liga 1
Persib Bandung Persiapkan Uji Coba Hadapi Tim Liga 2, PSKC Ciamis?
Persib Bandung Persiapkan Uji Coba Hadapi tim Liga 2, PSKC Ciamis? Selasa (17/3/2020)
Musim lalu, bukan musim terbaik bagi Kim Kurniawan, gelandang berusia 29 tahun ini, kesulitan untuk menembus tim utama Persib Bandung.
Kim, hanya mengemas 19 penampilan dengan menit bermain sebanyak 788 menit, lini tengah Persib yang sudah sangat sesak dengan adanya pemain-pemain berlabel bintang menjadi sebabnya.
Ditambah lagi cidera yang sempat memaksanya absen selama nyaris satu musim penuh, tentu membuat keraguan muncul mengenai kualitas Kim Kurniawan.
Kritik dari para supporter Persib Bandung yang kerap mengatakan Kim sudah habis, dijawabnya di musim ini, tentu, ia harus berterima kasih dengan taktikal Robert Alberts.
Musim lalu, Persib Bandung bermain dengan skema 4-3-3, dengan satu gelandang bertahan dan dua gelandang yang lebih banyak membantu serangan.
Tentu, sulit bagi Kim bersaing di posisi gelandang bertahan dengan adanya sosok Dedi Kusnadar, Omid Nazari, hingga Hariono, bahkan untuk bersaing dengan Rene Mihelic di sektor gelandang serang pun Kim kesulitan.
Lalu, apa yang dilakukan Robert Alberts sehingga Kim Kurniawan mendapatkan tempat musim ini?
Pelatih asal Belanda ini mengubah skemanya, sempat dikabarkan menggunakan skema tiga pemain bertahan, Robert Alberts justru bermain dengan skema 4-4-2.
Ini untuk mengakomodasi duet baru Persib Bandung : Wander Luiz-Geoffrey Castillion yang kini menjadi andalan.
Perubahan dari skema 4-3-3 ke 4-4-2 juga membutuhkan penyesuaian, dengan 4-3-3 Persib jika dijabarkan menjadi 4-1-2-2-1, skema 4-4-2 Persib menggunakan dua gelandang tengah dengan tipikal berbeda.
Baca: Persib Bandung Resmi Perpanjang Kontrak Omid Nazari Selama Satu Musim
Adalah hal yang mirip dengan apa yang dilakukan Manchester United dan Arsenal era 90-an dimana mereka punya duet gelandang andalan : Keane-Scholes dan Vieira-Gilberto Silva.
Pun demikian dengan Persib Bandung, Kim Kurniawan adalah potongan puzzle penting, dirinya akan menjadi gelandang box to box, sedangkan duetnya Omid Nazari menjadi gelandang pelindung lini belakang.
Duet baru inilah yang sebenarnya jauh lebih penting dari duet Wander Luiz-Geoffrey Castillion, buktinya : laga pekan kedua kala Persib Bandung menghadapi Arema FC.
Kim Kurniawan dan Omid Nazari diturunkan sejak menit awal, dibuat mati kutu dengan pressing ketat dari gelandang Arema seperti Dendi Santoso ataupun Hendro Siswanto, nampak bahwa Mario Gomez sudah mengantisipasi daya ledak Kim Kurniawan sejak awal.
Sulitnya Kim menguasai bola membuat aliran serangan Persib Bandung tersendat, ditambah dengan Esteban Vizcarra yang agak terlambat dalam menjemput bola pun dengan Omid Nazari yang harus mati-matian mematikan pergerakan Kushedya Hari Yudo, Persib benar-benar kesulitan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/3-fakta-persib-hingga-pekan-ke-3-liga-1-2020-angka-11-dan-9-untuk-perjuangan-panjang.jpg)