Eddy Sofyan jadi Kandidat Sekjen PSSI, Iwan Bule akan Diskusikan dengan EXCO PSSI
Terkait kabar masuknya nama terpidana korupsi tersebut, Mochamad Iriawan selaku Ketua Umum PSSI langsung membantahnya.
TRIBUNNEWS.COM - Nama Eddy Sofyan dikabarkan masuk dalam daftar kandidat Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI menggantikan Ratu Tisha.
Eddy Sofyan sendiri merupakan terpidana korupsi dalam investasi medium term note atau surat utang jangka menengah dari PT Jamsostek pada 2008.
Terkait kabar masuknya nama terpidana korupsi tersebut, Mochamad Iriawan selaku Ketua Umum PSSI langsung membantahnya.
Baca: Bos Persija Jakarta, Ferry Paulus, Dukung Penuh Yunus Nusi Sebagai Plt Sekjen PSSI
Baca: Kriteria Sekjen PSSI Pengganti Ratu Tisha Menurut Umuh Muchtar
Bahkan pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut akan berdiskusi terlebih dahulu dengan Komite Eksekutif (Exco) PSSI.
Apalagi jika merujuk dalam statuta, pengurus PSSI tidak boleh divonis bersalah oleh hukum.
“Harus dibicarakan dahulu dan didiskusikan dengan Exco PSSI,” kata Iwan Bule dikutip dari Kompas.com.
Walaupun demikian, Iwan Bule masih menutup rapat-rapat siapa saja calon Sekjen PSSI selain kabarnya Eddy Sofyan.
“Banyak calon ya. Semuanya sama,” bebernya.
Baca: Profil Yunus Nusi, Plt Sekjen PSSI yang Gantikan Ratu Tisha
Baca: Jadi Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi: Tugas Mudah, yang Berat Tanggung Jawabnya
Sementara itu posisi Sekjen PSSI yang ditinggalkan oleh Ratu Tisha saat ini telah ada yang mengisi sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
Posisi tersebut diisi oleh Yunus Nusi setelah ditunjuk PSSI sebagai Plt Sekjen PSSI pada Senin (20/4/2020) lalu.
Keputusan ini diumumkan oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Irawan.
Yunus Nusi menggantikan peran Ratu Tisha Destria yang mengundurkan diri sebagai Sekjen PSSI pada 13 April 2020.
Ia sementara akan menjalankan tugas-tugas kesekjenan.
"Kami memilih Yunus Nusi sebagai pelaksana tugas Sekjen mulai Senin 20 April, seluruh Exco PSSI sudah menyetujui penunjukkannya," kata Iriawan di laman resmi PSSI.
"Dengan pengalaman dia di sepak bola, organisasi, dan kemampuannya, sangat pantas jika saya memilih Yunus Nusi sebagai Plt Sekjen."
"Ia akan menjadi Plt Sekjen hingga terpilihnya Sekjen yang definitif nantinya," tambahnya.
Selain menjadi anggota Exco PSSI sejak 2016, Yunus Nusi saat ini juga menjabat sebagai Ketua Asprov PSSI Kalimantan Timur (Kaltim) sejak 2013.
Pria kelahiran Gorontalo, 30 Januari 1970 ini juga pernah menjadi Direktur Bisnis Persisam Samarinda dari 2009 hingga 2014.
Pada bidang olah raga lainnya, Yunus Nusi juga pernah menjadi Sekretaris Umum Taekwondo Indonesia Kaltim tahun 2001-2009.
Lalu pengurus KONI Kaltim tahun 2006-2014 dan Sekretaris Bidang Pertandingan PB PON Kaltim 2008.
Sebelumnya, Ratu Tisha selaku Sekretaris Jenderal PSSI secara resmi telah mengundurkan diri dari jabatannya, Senin (13/4/2020) sore.
Keputusan mengundurkan diri tersebut disampaikan langsung oleh yang bersangkutan lewat akun Instagram pribadinya, @ratu.tisha.
Ratu Tisha dinilai menjadi satu sosok kunci keberhasilan Indonesia didapuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U20 2021.
Baca: Manajemen Sriwijaya FC Masih Simpan Harapan Bekerjasama dengan Ratu Tisha
Berikut pernyataan pengunduran diri Ratu Tisha sebagai Sekretaris Jenderal PSSI:
"Dear Friends" sapa Ratu Tisha.
"Dear friends, Hari ini Senin, 13 April 2020, melalui surat, saya telah resmi mengundurkan diri dari posisi Sekretaris Jenderal PSSI".
"Saya bersyukur pernah meraih kesempatan bekerja untuk melayani Anggota PSSI, pemain, pelatih, wasit, match commissioner, instruktur, dan para pecinta sepakbola sejak 17 Juli 2017".
"Bersama-sama kita telah memeriahkan kursus kepelatihan dan perwasitan di berbagai provinsi, memutar rantai Amatir dan Elit Usia Muda".
"Membangun kerjasama dengan federasi kelas dunia, menghidupkan lini usaha kreatif, mengibarkan kembali sepakbola putri, dan puncaknya adalah terpilihnya Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20,".
"Sebuah kebanggaan yang tidak dapat terwujud tanpa dukungan Pengurus & Anggota PSSI, Pemerintah, dan stakeholder sepakbola, termasuk kamu; setiap individu yang sedang mendengarkan pesan ini,".
"Jangan pernah berhenti untuk mendukung sepakbola Indonesia,".
"Yakin selalu ada harapan bagi yang berdoa, selalu ada waktu yang tepat bagi yang bersabar & selalu ada jalan bagi yg tidak pernah lelah berusaha,".
"Pada suatu kesempatan dengan para sahabat, saya pernah berkata hati saya, kalau dibelah, isinya hanya sepakbola”.
"I have loved you for a thousand years, and I will love you for a thousand more Because we love football," pungkasnya.
Ratu Tisha menjabat sebagai Sekrataris Jenderal PSSI sejak 17 Juli 2017.
(Tribunnews/Ipunk/Gigih) (Kompas.com/Angga Setiawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/iwan-bule-di-kongres-biasa-pssi-2020.jpg)