Liga 1
Mengenal Pelatih Fisik Persib Bandung, Tak Tergantikan sejak 2013
Pelatih berlisensi A AFC ini sudah 7 tahun bersama Pangeran Biru terhitung sejak Oktober 2013 lalu.
Penulis:
Rochmat Purnomo
Editor:
Pravitri Retno W
TRIBUNNEWS.COM - Pelatih fisik Persib Bandung, Yaya Sunarya, menjadi staf pelatih terlama yang berada di Pangeran Biru.
Pelatih berlisensi A AFC ini sudah 7 tahun bersama Pangeran Biru terhitung sejak Oktober 2013 lalu.
Bahkan sebelumnya, pelatih jebolan FPOK UPI itu pernah menempati posisi yang sama pada Liga Indonesia 2003 bersama Persib.
Setelah dari klub kebanggan kota Kembang ini, Yaya berkelana ke beberapa klub hingga menjadi bagaian dari staf kepelatihan Timnas Indonesia.

Baca: Ghozali Siregar Kenang 2 Golnya Saat Persib Permalukan Persebaya di GBT
Baca: Deretan Pemain Naturalisasi yang Pernah Berseragam Persib Bandung, Siapa yang Pertama?
Diantaranya bergabung dengan Pupuk Kaltim Bontang hingga 2008, kemudian ke Bontang FC hingga 2011.
Kemudian bersama Timnas yang tengah bersiap menghadapi Piala AFF (2012) dan Timnas Piala Asia (Indonesia vs Arab Saudi) (2013).
Tepatnya pada musim 2014, Persib Bandung yang dipimpin oleh Djajang Nurdjaman meminta pria kelahiran 22 Maret 1973 itu untuk kembali.
Kesempatan itupun menjadi awal dia bertahan hingga saat ini karena sukses ikut membawa Pangeran Biru meraih gelar juara ISL 2014 dan Piala Presiden 2015.
Beberapa kali Persib Bandung melakukan pergantian pelatih, Yaya Sunarya tetap dipercaya sebagai menjadi pelatih fisik.
Pelatih fisik berusia 47 tahun ini masih menjadi sosok yang selalu dipercaya soleh pelatih Dejan Antonic, Mario Gomez, Miljan Radovic hingga saat ini Robert Alberts.

Baca: Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts Ucapkan Selamat Berpuasa dan Jaga Diri di Tengah Wabah Corona
Baca: Mantan Pemain Persib dan Persija Pamit dari Klub Thailand, Prachuap FC
Untuk musim Liga 1 2020 ini, seluruh elemen masyarakat di Indonesia sedang diuji pandemi corona.
Virus yang berasal dari Wuhan, China itu membuat jalannya aktivitas sepak bola di Indonesia mengalami penundaan.
Bahkan berdampak pada rutinitas yang selalu dilakukan Yaya guna menyambut bulan RamadHan.
Diakui Yaya Sunarya, untuk menyambut bulan suci Ramadhan, ia selalu melakukan ziarah ke makam orang tuanya.
Selain ziarah ke makam orang tua, Yaya juga selalu berkunjung kepada keluarga besarnya.