Breaking News:

Ini Penjelasan Manajemen Persikabo 1973 Terkait Desakan RUPS yang Harus Dilakukan PT LIB

Rhendie Arindra membeberkan alasan mengapa timnya menjadi tim terakhir yang mendesak PT LIB menyelenggarakan RUPS.Rhendie Arindra membeberkan alasan m

tribunnewsBogor.com
Rhendie Arindra 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNNEWS.COM, CIBINONG - Manajemen Persikabo 1973 angkat bicara terkait desakan seluruh tim kontestan Liga 1 dan 2 2020 terkait RUPS PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Diketahui, tim berjuluk Laskar Padjajaran itu menjadi salah satu tim yang turut mendesak agar PT LIB secepatnya menggelar RUPS.

Direktur Pengembangan Bisnis Persikabo 1973, Rhendie Arindra membeberkan alasan mengapa timnya menjadi tim terakhir yang mendesak PT LIB menyelenggarakan RUPS.

Menurutnya, pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan, sehingga harus diadakan pembahasan lebih mendalam dengan cara menganalisa apa yang sebenarnya terjadi di kubu PT LIB.

"Inti sebenarnya kita menganalisa ada ketidakharmonisan di dalam internal LIB, dan tidak baik jika dibiarkan berlarut. Digelar RUPS untuk segera menyelesaikan masalah-masalah yang sedang terjadi," ujarnya, Kamis (14/5/2020).

Lebih lanjut, Rhendie berharap agar di dalam RUPS yang akan digelar pada 18 Mei mendatang semua pihak dapat mencari solusi dan bukan untuk ajang saling menjatuhkan.

"Persikabo sih pengennya internal LIB bisa selesai dengan damai. Ngga perlu ada jatuh menjatuhkan. Perkara ada kesalahan dalam menjalankan organisasi, namanya juga manusia, ya di musyawarahkan aja kali ya," ungkapnya.

Terkait wacana subsidi seluruh kontestan yang akan dipotong, Rhendie menegaskan bahwa PT LIB sebaiknya menyelesaikan kewajibannya terlebih dahulu kepada tim yang berlaga di kompetisi.

"Subsidinya aja blom dibagi. Bagi dulu aja, baru kita tau dipotong apa ngga. Blom ada yg cair mass. Persikabo sudah terima 1 kali di awal musim mas. Sebelum kick off kloo ngga salah. Setelah itu ngga ada lagi," ungkapnya.

Selama Liga 1 2020 dihentikan, Rhendie menjelaskan bahwa seluruh kerja sama antara pihaknya dengan sponsor tidak berjalan sesuai dengan skema.

"Mandek.Tapi bahasanya masih delay, bukan cancel," tegasnya.

Selain itu, dengan tegas Rhendie menjelaskan bahwa di timnya tidak ada yang namanya tunjangan hari raya (THR).

"Basically di kontrak kita ngga ada THR. Musim-musim sebelumnya ada uang tali asih dari management. Untuk musim ini, mengingat situasi kaya sekarang, belum diputuskan," tandasnya.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved