Liga Italia
Skema Permainan Antonio Conte Bikin Christian Eriksen Tampil Melempem bersama Inter Milan
Federico Balzaretti mengklaim bahwa melempemnya permainan Christian Eriksen akibat ketidakcocokan dnegan skema permainan Antonio Conte.
TRIBUNNEWS.COM - Melempemnya penampilan Christian Erksen bersama Inter Milan diklaim karena skema permainan Antonio Conte.
Klaim tersebut diungkapkan oleh mantan pemain bertahan Timnas Italia dan Juventus, Federico Balzaretti.
Nama Christian Eriksen memang menjadi pembelian Inter Milan yang diharapkan mampu tampil mengkilap.
Namun apa yang menjadi ekspektasi Inter Milan tak mampu dijawab dengan baik oleh Eriksen.
Baca: Keganasan AC Milan dalam Berburu Pemain Masih Berlanjut, 3 Winger Potensial Masuk Bidikan
Baca: Diego Milito: Lautaro Martinez Kian Komplit, Waktunya Inter Milan Raih Scudetto
Penampilan mantan pemain Tottenham Hotspur itu jauh dari kata mengkilap
Penampilan mengecewakan Christian Eriksen bersama Inter Milan terbukti di musim lalu.
Dari 28 laga yang telah dilakoni, Eriksen hanya mampu membukukan empat gol dan tiga assist bagi Nerazzurri.
Tentu capaian tersebut terbilang memble, mengingat kualitas dan kapabilitas yang dipunyai pemain Timnas Denmark tersebut.
Sebelum memutuskan untuk bergabung dengan Inter Milan, Christian Eriksen menjadi komoditi panas dalam bursa transfer pemain.
Ia menjadi rebutan dua klub elite LaLiga, Barcelona dan Real Madrid.
Namun Eriksen akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Inter Milan.
Namun pilihannya untuk menjajal ketatnya Serie A Liga Italia tak sesuai dengan ekspektasinya.
Diklaim oleh Balzaretti, memblenya penampilan Eriksen di Inter Milan karena skema yang dimainkan.
Bersama Antonio Conte, Inter Milan selalu menerapkan skema 3-5-2. Di mana tiga gelandang tengah di posisikan secara sejajar.
Kreativitas yang dimiliki oleh Eriksen tidak dapat maksimal dengan formasi tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gelandang-inter-milan-denmark-eriksen-merayakan-merayakan-gol.jpg)