Kamis, 4 Juni 2026

Liga Italia

Skema Permainan Antonio Conte Bikin Christian Eriksen Tampil Melempem bersama Inter Milan

Federico Balzaretti mengklaim bahwa melempemnya permainan Christian Eriksen akibat ketidakcocokan dnegan skema permainan Antonio Conte.

Tayang:
Penulis: Drajat Sugiri
Editor: Dwi Setiawan
Lars Baron / POOL / AFP
Gelandang Inter Milan Denmark Eriksen merayakan merayakan gol 2-0 dengan rekan-rekan setimnya selama babak 16 pertandingan Liga Eropa UEFA Inter Milan v Getafe pada 5 Agustus 2020 di Gelsenkirchen, Jerman barat. Lars Baron / POOL / AFP 

TRIBUNNEWS.COM - Melempemnya penampilan Christian Erksen bersama Inter Milan diklaim karena skema permainan Antonio Conte.

Klaim tersebut diungkapkan oleh mantan pemain bertahan Timnas Italia dan Juventus, Federico Balzaretti.

Nama Christian Eriksen memang menjadi pembelian Inter Milan yang diharapkan mampu tampil mengkilap.

Namun apa yang menjadi ekspektasi Inter Milan tak mampu dijawab dengan baik oleh Eriksen.

Federico Balzaretti
Federico Balzaretti (zimbio)

Baca: Keganasan AC Milan dalam Berburu Pemain Masih Berlanjut, 3 Winger Potensial Masuk Bidikan

Baca: Diego Milito: Lautaro Martinez Kian Komplit, Waktunya Inter Milan Raih Scudetto

Penampilan mantan pemain Tottenham Hotspur itu jauh dari kata mengkilap

Penampilan mengecewakan Christian Eriksen bersama Inter Milan terbukti di musim lalu.

Dari 28 laga yang telah dilakoni, Eriksen hanya mampu membukukan empat gol dan tiga assist bagi Nerazzurri.

Tentu capaian tersebut terbilang memble, mengingat kualitas dan kapabilitas yang dipunyai pemain Timnas Denmark tersebut.

Christian Eriksen Cetak Gol Debut
Christian Eriksen Cetak Gol Debut (instagram/inter)

Sebelum memutuskan untuk bergabung dengan Inter Milan, Christian Eriksen menjadi komoditi panas dalam bursa transfer pemain.

Ia menjadi rebutan dua klub elite LaLiga, Barcelona dan Real Madrid.

Namun Eriksen akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Inter Milan.

Namun pilihannya untuk menjajal ketatnya Serie A Liga Italia tak sesuai dengan ekspektasinya.

Diklaim oleh Balzaretti, memblenya penampilan Eriksen di Inter Milan karena skema yang dimainkan.

Bersama Antonio Conte, Inter Milan selalu menerapkan skema 3-5-2. Di mana tiga gelandang tengah di posisikan secara sejajar.

Penyerang Belgia Inter Milan Romelu Lukaku (kiri) merayakan bersama rekan satu tim dan penyerang Inter Milan dari Chili Alexis Sanchez (kanan) setelah membuka skor pada pertandingan sepak bola Serie A Italia Benevento vs Inter pada 30 September 2020 di stadion Ciro Vigorito di Benevento.
Penyerang Belgia Inter Milan Romelu Lukaku (kiri) merayakan bersama rekan satu tim dan penyerang Inter Milan dari Chili Alexis Sanchez (kanan) setelah membuka skor pada pertandingan sepak bola Serie A Italia Benevento vs Inter pada 30 September 2020 di stadion Ciro Vigorito di Benevento. (TIZIANA FABI / AFP)

Kreativitas yang dimiliki oleh Eriksen tidak dapat maksimal dengan formasi tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Inter Milan
38
27
6
5
89
35
54
87
2
Napoli
38
23
7
8
58
36
22
76
3
Roma
38
23
4
11
59
31
28
73
4
Como
38
20
11
7
65
29
36
71
5
AC Milan
38
20
10
8
53
35
18
70
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved