Liga Italia
Main Bareng Van Dijk, Bonucci & Chiellini, Matthijs De Ligt Belajar Banyak dan Sukses Bikin Iri
Bek muda Juventus, Matthijs De Ligt tercatat pernah bermain bersama Virgil Van Dijk, Leonardo Bonucci, dan Giorgio Chiellini.
Penulis:
Guruh Putra Tama
Editor:
Muhammad Nursina Rasyidin
Pasalnya, nama Matthijs De Ligt siap untuk menerima tongkat estafet kepemimpinan lini belakang Juventus.
Tanggapan De Ligt
De Ligt sendiri juga sadar dirinya memiliki kesempatan langka untuk bisa bermain dengan ketiga bek tangguh dan luar biasa itu.
Dikutip dari laman Tuttosport, mantan wonderkid Ajax Amsterdam ini membeberkan kesan yang didapatkan dari ketiga figur bek senior itu.
De Ligt memulai dengan melontarkan pujian setinggi langit untuk duo rekannya di Juventus, Bonucci dan Chiellini.
Menurutnya, ia tak bisa meminta hal yang lebih baik lagi selain bermain dengan sosok bek yang bakal jadi pantuan siapapun pelaku sepak bola.
"Saya benar-benar beruntung bisa bermain dengan pemain yang akan saya lihat di TV," ungkap De Ligt.
"Jika saya menjadi pemain muda di luar sana, saya akan menonton keduanya untuk belajar menjadi bek yang baik," sambungnya.
De Ligt memiliki kesan tersendiri ketika bermain dengan Bonucci dan Chiellini.
Baca juga: Inter Milan Berbenah, Tak Hanya Targetkan Papu Gomez, Nerazzurri Goda Rodrigo De Paul
Menurutnya, Bonucci memiliki kemampuan luar biasa dalam mendikte tempo permainan tim.
"Bonucci sangat hebat dalam hal mendikte tempo permainan."
"Jadi, saya selalu menanyakan banyak hal tentang apa yang dia lakukan," ujar De Ligt.
Chiellini juga meninggalkan kesan tersendiri bagi pemuda 21 tahun.
"Sama halnya dengan Chiellini, ia sangat handal untuk mencetak gol, saya berusaha belajar darinya juga," katanya.
"Saya juga bermain bersama Van Dijk di Timnas," tukas De Ligt.
Boleh jadi, jalan yang diperoleh De Ligt ini menimbulkan banyak rasa iri untuk pesepak bola lain.
Namun, ia nampaknya tak terlalu ambil pusing dengan hal itu.
Dan memilih mengambil pelajaran dan hal baru dari para seniornya itu.
De Ligt juga mengatakan penting bagi dirinya untuk menemukan ciri khas permainannya sendiri.
Alih-alih hanya menjadi peniru.
(Tribunnews.com/Guruh)