Soccer Star
Profil Samir Handanovic, Kiper Utama Inter Milan Andalan Antonio Conte di Bawah Mistar
Profil Samir Handanovic, penjaga gawang Inter Milan yang diandalkan Antonio Conte di bawah mistar Nerazzurri musim ini.
TRIBUNNEWS.COM - Penjaga gawang Inter Milan, Samir Handanovic menjadi bagian penting dari kesuksesan Nerazzurri musim ini di Liga Italia.
Kelihaian Samir Handanovic mengawal jala Inter Milan turut menjadi sebab gelar Scudetto Liga Italia kembali ke pangkuan mereka.
Inter Milan bahkan bisa memastikan menjadi juara Liga Italia saat Serie A masih menyisakan empat laga.
Keputusan Antonio Conte untuk tetap mempercayakan gawang Nerazzurri pada Samir Handanovic dibayar lunas dengan performa yang cukup apik.
Baca juga: PROFIL Eduardo Camavinga - Wonderkid Prancis yang Bikin AC Milan & Real Madrid Saling Sikut
Dikutip dari Transfermarkt, kiper asal Slovenia itu hanya kebobolan 30 gol hingga pekan ke-35 ini.
Selain itu, ia turut membantu dalam upaya rival sekota AC Milan ini menorehkan clean sheet di setiap pekannya.
Hasilnya, torehan 14 kali clean sheet menambah apik catatan yang dibuat tim asuhan Antonio Conte musim ini.
Perjalanan karier Samir Handanovic terbilang cukup panjang sebelum sampai di Giuseppe Meazza.
Baca juga: Profil Rodrigo de Paul, Pemain Tengah dan Kapten Udinese yang Masuk Radar Inter Milan
Pria yang lahir pada 14 Juli 1984 ini mengawali karier sepak bolanya di sebuah klub lokal bernama NK Domzale.
Penjaga gawang yang kini berusia 36 tahun tersebut berhasil menembus tim utama NK Domzale pada tahun 2003.
Namun, kariernya di tim utama NK Domzale tak berjalan mulus.
Handanovic muda hanya diberi kesempatan bermain dalam 7 laga saja.
Alhasil, ia hanya bertahan semusim di tim utama.
Kiper berpostur 193 sentimeter ini lantas merantau ke luar negeri untuk mencari peruntungan lain.
Baca juga: PROFIL Andrea Pinamonti, Striker Muda Pelapis Lautaro Martinez & Romelu Lukaku di Inter Milan
Handanovic akhirnya berlabuh di Udinese pada musim 2004/2005.
Pada awal masa di Udinese, kariernya tak jauh berbeda dari apa yang ia alami di tanah kelahiran.
Kesempatan bermain yang tak kunjung datang membuat dirinya harus menjalani masa peminjaman.
Samir Handanovic setidaknya mengalami tiga kali masa peminjaman dari tahun 2005 hingga 2007.
Treviso, Lazio, dan Remini menjadi deretan klub yang menjadi persinggahan sementara punggawa Timnas Slovenia ini.
Di Treviso dan Lazio, Handanovic seperti masih dihinggapi nasib nahas.
Pasalnya di kedua periode peminjaman itu, ia hanya mencatatkan empat pertandingan saja.
Peruntungannya berubah saat ia dipinjamkan ke Remini.
Klub kasta bawah Liga Italia itu memberikannya menit bermain yang melimpah.
Handanovic total mengoleksi lebih dari 3.700 menit bermain untuk Rimini.
Perjuangan tak kenal putus asa dari sang pemain membuat Udinese mengakui kehebatannya.
Akhirnya pada awal musim 2007/2008, Handanovic tak perlu lagi lalu lalang di berbagai klub.
Ia mendapat menit bermain yang lebih banyak dari udinese.
Dan perlahan menjelma sebagai kiper utama tim berjuluk Friulani itu.
Baca juga: Profil Raphinha, Motor Serangan Leeds United asal Brasil yang Jadi Tumpuan Marcelo Bielsa
Dari tahun 2007 hingga 2012, Samir Handanovic mengoleksi sebanyak 212 pertandingan dengan seragam putih hitam khas Udinese.
Performa apiknya membuat Inter Milan tertarik untuk memboyongnya.
Pada Juli 2012, Inter menebus Handanpovic dengan mahar 15 juta Euro.
Sejak itu, ia tak pernah berpindah klub dan sudah memainkan 387 laga bersama Nerazzurri.
Berita terkait Liga Italia lainnya
(Tribunnews.com/Guruh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kiper-sekaligus-kapten-inter-milan-samir-handanovic.jpg)