Breaking News:

Euro 2020

Hungaria Terancam Sanksi dari UEFA, Hal Ini yang Jadi Penyebabnya

Kontestan Euro 2020, Hungaria, terancam mendapat sanksi dari UEFA lantaran ulah pendukungnya sendiri.

BERNADETT SZABO / POOL / AFP
Pendukung Hongaria bersorak untuk tim mereka selama pertandingan sepak bola Grup F UEFA EURO 2020 antara Hongaria dan Portugal di Puskas Arena di Budapest pada 15 Juni 2021. Kontestan Euro 2020, Hungaria, terancam mendapat sanksi dari UEFA lantaran ulah pendukungnya sendiri. 

TRIBUNNEWS.COM - Satu di antara peserta Euro 2020, Hungaria, terancam mendapat sanksi dari UEFA.

Hungaria terancam sanksi lantaran ulah oknum pendukungnya yang menyaksikan laga Euro 2020 di Puskas Arena, Budapest.

Dikutip dari laman ESPN, oknum suporter Hungaria kedapatan membentangkan spanduk yang berkaitan dengan orientasi biologis dan gender.

Pendukung Hongaria bersorak untuk tim mereka selama pertandingan sepak bola Grup F UEFA EURO 2020 antara Hongaria dan Portugal di Puskas Arena di Budapest pada 15 Juni 2021.
BERNADETT SZABO / POOL / AFP
Pendukung Hongaria bersorak untuk tim mereka selama pertandingan sepak bola Grup F UEFA EURO 2020 antara Hongaria dan Portugal di Puskas Arena di Budapest pada 15 Juni 2021. BERNADETT SZABO / POOL / AFP (BERNADETT SZABO / POOL / AFP)

Baca juga: Euro 2020 - Italia Melaju ke 16 Besar, Locatelli dan Barella Malah Perang Sendiri

Pembentangan spanduk itu mendapat perhatian khusus dari sebuah kelompok anti diskriminasi.

Kelompok anti diskriminasi, Fare, mengirim laporan ke UEFA dan mendiskusikan masalah tersebut dengan para pejabat terkait.

Fare sendiri memiliki latar belakang sebagai pemantau isu-isu rasisme dan bentuk diskriminasi lainnya di masyarakat umum.

Ulah oknum suporter Hungaria nyatanya tak berhenti sampai di situ.

Baca juga: Fakta Laga Swiss vs Turki di Euro 2020: Turki Ulangi Hasil Buruk 25 Tahun Silam

Pada saat Hungaria akan melawan Prancis di laga Grup F Euro 2020, oknum suporter ikut memanaskan suasana.

Mereka menampilkan spanduk yang menyerukan para pemain untuk berhenti berlutut untuk memprotes rasisme.

Dalam sebuah pernyataan, UEFA mengatakan telah menunjuk seorang inspektur etika dan disiplin untuk menyelidiki insiden tersebut.

Halaman
12
Penulis: guruh putra tama
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved