Breaking News:

Serie A Italia

Faktor-faktor yang Membuat Lautaro Martinez Lebih Subur Mencetak Gol untuk Inter dan Juga Argentina

Lautaro Martinez sedang dalam masa tersuburnya di musim 2020/21 setelah terlibat dalam 27 gol, meliputi sepuluh gol, dan 17 assists.

MIGUEL MEDINA/AFP
Penyerang Inter Milan asal Argentina, Lautaro Martinez melakukan selebrasi setelah mencetak gol penyeimbang pada pertandingan sepak bola Serie A Italia Inter Milan vs Crotone pada 3 Januari 2021 di stadion Giuseppe-Meazza (San Siro) di Milan. 

- Lautaro Martinez jalani musim tersubur
- Kini dia tak lagi temperamental di lapangan
- Berkat rutin konsultasi dengan psikolog

TRIBUNNEWS.COM, MILAN- TAHUN yang sangat indah bagi Lautaro Martinez. Klubnya, Inter Milan akhirnya berhasil menghentikan dominasi Juventus untuk menjadi juara Serie A.

Negaranya, Argentina, akhirnya juga berhasil meraih trofi Copa America, yang terakhir mereka dapatkan 1993 lalu.

Striker berusia 23 tahun ini memang sedang dalam masa tersuburnya di musim 2020/21 setelah terlibat dalam 27 gol, meliputi sepuluh gol, dan 17 assists di Serie A. Aksinya bersama sang partner, Romeru Lukaku di lini depan Inter menjadi mimpi buruk para bek lawan.

Martinez didatangkan Inter dari Racing Club pada 4 Juli 2018 lalu. Pada musim perdananya, striker asal Argentina ini hanya mampu mencetak sembilan gol, dan satu assist dalam 35 pertandingan di semua kompetisi.

Perlahan tapi pasti, Martinez mulai beradaptasi dengan sepak bola Italia. Di musim keduanya, dia menorehkan 21 gol dan delapan assist dalam 49 pertandingan lintas kompetisi.

Menurut Martinez, selain faktor teknis, faktor penting lain yang membuat dirinya bisa sangat produktif musim ini adalah mentalnya yang jauh lebih stabil. Itu berkat dirinya rutin melakukan konsultasi dengan ahli psikologi olahraga.

Selain itu juga terdorong dengan statusnya sekarang sebagai seorang ayah, yang secara tak langsung jadi mengubah karakternya.

Martinez memang sempat dikenal bertemperamen tinggi. Musim lalu, dia sempat terlibat adu mulut dengan mantan pelatih Inter Milan, Antonio Conte.

Gara-garanya, Conte menarik keluar Martinez pada menit ke-77 saat Inter melawan AS Roma di Liga Italia, pada Mei 2021. Padahal pada saat itu, Martinez baru masuk ke dalam pertandingan pada menit ke-35 menggantikan Alexis Sanchez.

Halaman
12
Penulis: Deny Budiman
Editor: Muhammad Barir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved