Persib Bandung
Selain Optimis Liga 1 Bergulir, Kuipers Tunjukan Kecintaannya dengan Persib, Enggan Pulang Kampung
Salah satu keputusan Kuiper tidak pulang ke Belanda dengan tujuan agar tetap dalam kondisi siap untuk berlatih bersama.
Penulis:
Rochmat Purnomo
Editor:
Husein Sanusi
TRIBUNNEWS.COM - Bek Persib Bandung asal Belanda, Nick Kuipers menyatakan keengganannya pulang kampung disaat belum bergulirnya kompetisi Liga 1 2021.
Nick Kuipers pun kini memilih bertahan di Bandung yang bertepatan dengan kebijakan PPKM Darurat hingga 2 Agustus mendatang.
Ia memutuskan tidak pulang ke Belanda dengan tujuan agar tetap dalam kondisi siap untuk berlatih bersama.
Hal ini tak lain karena Kuiper enggan melakukan isolasi seperti aturan yang berlaku bagi pendatang dari luar negeri.
Berdasarkan aturan tersebut, tekadnya bertahan di Kota Kembang pun semakin bulat.

Baca juga: Kepala Staf Presiden, Moeldoko Tak Bisa Pastikan Kompetisi Liga 1 Indonesia Bisa Digulirkan
Baca juga: Passos Tak Hanya Ingatkan Program Latihan Mandiri, Kiper Persib Bandung Wajib Jaga Kondisi Mental
Akibat kebijakan PPKM Darurat, sebagian pemain Persib Bandung yang berada di tempat tersebut harus meminimalisir kegiatan di luar rumah.
Persib Bandung masih menjalani program latihan mandiri akibat pemberlakuan PPKM Darurat sejak 3 Juli lalu.
Biasanya, skuat asuhan Robert Alberts setiap menjalani latihan berada di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Sayangnya kini tidak berlaku karena ditutup guna menaati PPKM Darurat demi menurunkan lonjakan kasus Covid-19.
"Karena saya ingin siap saat kita mulai berlatih lagi.
"Saya tidak ingin masuk karantina sebelum bisa mulai berlatih bersama.
"Itu tidak baik untuk kebugaran saya," kata Kuipers dikutip dari laman Persib.
Selain percaya akan segera bergulirnya liga, pemain bernomor punggung 3 tersebut pun suka dengan suasana Bandung.
Bek berusia 28 tahun itu kerasan dan cinta dengan kondisi kota Bandung yang saat ini ditinggalinya.
"Ketika lockdown usai, saya merasa sangat nyaman untuk tinggal di Bandung. Ini kota yang luar biasa.